Makalah Bahasa Indonesia

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar telah menjadi keharusan. Pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indinesia menurunkan Keputusan Nomor 0543a/U/18987 yang mendasari usaha penyempurnaan penggunaan ejaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Dengan keputusan tersebut kita memiliki pedoman atau acuan mengenai penggunaan bahasa Indonesia terbaru.

Adapun untuk mahasiswa, penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar juga menjadi tolak ukur intelektualitas mereka dalam menulis. Hal itu dapat dituangkan dalam berbagai macam tulisan ilmiah, salah satunya dalam bentuk skripsi. Dalam skripsi, tidak hanya komponen materi dan isi skripsi yang harus diperhatikan penulis, namun juga penggunaan tata bahasa Indonesia, dalam hal ini Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dan efektivitas dalam penggunaan kalimat.

Untuk itu kami mencoba membedah satu skipsi milik sodara Rivaldi Prayoga, mahasiswa program studi muamalat, dengan NIM 205046100642, yang berjudul Analisis Mekanisme Harga Terhadap Etika Bisnis Pedagang Kuliner pada Restourant Taman Resto. Dapat kita lihat, dalam penggunaan judul saja, penulis sudah menggunakan kata serapan yang salah. Dalam bahasa Indonesia yang benar, restourant yang berasal dari bahasa Inggris seharusnya ditulis “restoran”. Untuk itu menarik jika dalam makalah ini kami mencoba mebedah penggunaan EYD dan efektivitas kalimat dalam sampel skripsi ini.

I.2 Rumusan Masalah

            Dalam rangka mengetahui penggunaan EYD yang baik dan benar serta penggunaan kalimat efektif dalam skripsi mahasiswa. Seperti yang telah kami tuliskan bahwa kami mengambil 1 skripsi mahasiswa muamalat untuk dibedah bagaimana penggunaan EYDnya. Apakah sudah memenuhi standar bahasa Indonesia yang baik dan benar atau belum. Begitu juga dengan efektivitas kalimat yang digunakan didalamnya. Rumusan masalahnya antara lain :

  1. Apakah skripsi ini memenuhi EYD yang baik dan benar ?
  2. Apakah skripsi ini sudah menggunakan kalimat efektif ?

I.3 Tujuan

            Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk dapat membedah dan melihat bagaimana penggunaan EYD dalam skripsi yang akan kelompok kami bahas dalam makalah ini. Selain itu kami juga akan menuliskan kalimat yang menurut kami terlalu bertele – tele dan menggantinya dengan kalimat yang menurut kami lebih efektif. Ini juga merupakan pelajaran bagi kami agar nanti saat penulisan skripsi kami bisa mengaplikasikan penulisan EYD yang benar dan memperhatikan keefektifan kalimat yang digunakan.

I.4 Manfaat

            Manfaat penulisan dan pembedahan skripsi yang kami rangkum dalam makalah ini adalah mengetahui bagaimana kejelian kami dalam penggunaan EYD dan menggunakan kalimat yang efektif dalam setiap tulisan, khususnya dalam skripsi nanti. Ini juga merupakan latihan yang baik untuk mengasah kemampuan tulis menulis bahasa Indonesia kami.

 

BAB II

LANDASAN TEORI

II.1 Ejaan dan Sejarah

Setelah Islam datang, di Nusantara digunakan huruf arab untuk menulis bahasa Melayu. Huruf ini disebut arab – melayu (huruf pegon/huruf jawi). Ini jug ayang membuat banyak bahasa Indonesia yang berasal dari serapan bahasa Arab. Pada tahun 1901 ditetapkan pertama kali huruf latin untuk bahasa Melayu yang dikenal dengan ejaan Van Ophuijsen. Nama ini diambil dari orang Belanda dengan nama yang sama yang dalam merancangnya dibantu oleh Engku Nawaawi Gelar Soetan Ma’moer dan Moehammad Taib Soetan ibrahim. Ejaan ini berlaku hingga tahun 1947. Lalu pada Maret 1947 Pemerintah Republik Indonesia mengganti ejaan Van Ophuijsen dengan Ejaan Suwandi (Ejaan Republik). Ejaan ini ejaan pertama kali yang digunakan setelah Indonesia merdeka[1].

                Setelah itu muncul gagasan untuk pembaharuan beberapa ejaan yang kurang efektif dengan mengadakan kongres bahasa Indonesia di Medan pada 1954. Dan pada 1956 diadakan lagi kongres bahasa Indonesia di Singapur yang menghasilkan gagasan ejaan bernama Ejaan Melindo (Melayu-Indonesia). Namun gagasan ini tidak sampai disahkan.

Pada tahun 1966 Lembaga Bahasa dan Kesusastraan (LBK) membentuk sebuah panitia yang diketuai oleh Anton M. Moeliono dan mengusulkan konsep baru sebagai pengganti konsep Melindo. Pada tahun 1972, setelah melalui beberapa kali seminar, akhirnya konsep LBK menjadi konsep bersama Indonesia-Malaysia yang seterusnya menjadi Sistem Ejaan Baru yang disebut Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)[2].

II.2 Tanda baca

  • Tanda titik

Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan, dibelakang angka atau huruf dalam suatu bagan, iktisar, atau daftar, memisahkan jam, dipakai di antara nama penulis, memisahkan bilangan ribuan, dan lainnya.

  • Tanda koma

Tanda koma dipakai untuk unsur – unsur perincian atau pembilangan,, memisahkan suatu kalimat setara, memisahkan anak kalimat, dipakai dibelakang kata atau ungkapan, memisahkan petikan langsung, dipakai di antara catatan kakin dan lainnya.

  • Tanda miring

Dipakai dalam nomor surat dan nomor pada alamat serta dipakai sebagai pengganti dan, atau tiap.

  • Tanda titik dua

Dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap, ungkapan yang memerlukan perintah, dalam teks drama, dan lainnya.

  • Tanda tanya
  • Dipakai pada akhir kalimat tanya dan didalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau kurang dapat dibuktukan kebenarannya.
  • Tanda seru

Dipakai sesudah ungkapan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan.

  • Tanda petik

Dipakai untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan atau naskah dan judul syair, karangan, atau bab buku[3].

 

BAB III

PEMBAHASAN

Bab 1

Pada bab latar belakang kata-kata yang salah yaitu:

  • Praktik ekonomi pada masa Rasulullah dan khulafahurrasyidin menunjukan peran pasar yang besar…(pada kata rasulullah seharusnya huruf “r” tidak ditulis dengan huruf kapital, karena gelar tersebut tidak dibarengi dengan nama (rasulullah))
  • “Sebaik-baiknya usaha adalah usaha orang-orang yang berniaga (pengusaha atau Intrepreneur),yang jika berbicara tidak dusta,….. ( setelah tanda (,) seharusnya diberi jarak).
  • Nabi Muhammad Saw., melalui…..( sebelum kata melalui tidak usah menggunakan dua tanda baca, yang digunakan hanya tanda (,), karena tanda (.) merupakan tanda baca untuk mengakhiri sebuah kalimat).
  • …..melalui hadist diatas…(kata hadis merupakan kata serapan yang berasal dari bahasa arab namun penulisannya tidak perlu menggunakan kata “t” setelah kata “s” karena dalam bunyinya kata hadis tidak terdengar huruf “t”, sehingga penulisannya pun tidak perlu menggunakan huruf “t” (hadis)).
  • profesi menjadi pengusaha atau intrepreneur yang bermoral. (kata yang interpreneur merupakan kata serapan dari bahasa asing sehingga harus di tulis miring (interprenuer)).
  • Dari hadist diatas, kita menangkap pesan penting dari Baginda Nabi.. (pada kata baginda nabi, huruf “b” dan huruf “n” seharusnya tidak ditulis dengan huruf kapital karena bukan nama gelar yang dibarengi dengan nama orang (baginda nabi).
  • Kepedulian Nabi Muhammad Saw dan diikuti oleh para Sohabat Nabi… (huruf “s” pada kata sahabat tidak seharusnya ditulis dengan huruf kapital karena bukan merupakan nama gelar, selain itu huruf “n” pada kata nabi tidak ditulis dengan huruf kapital karena tidak dibarengi dengan nama orang (sahabat nabi)).
  • Moralitas sebagimana yang telah  diabadikan dalam ketentuan Syari’ah memerlukan keharusan tidak adanya paksaan, (kata syariah tidak diberi tanda (‘) karena kata tersebut kata serapan dari bahasa arab (syariah)).
  • produsen mengurangi kulitas barang yang diperdagangkan atau meminimalkan total cosh. ( kata cosh merupakan kata yang berasal dari bahasa asing ynag penulisannya seharusnya dimiringkan, selain itu pula penulisan kata cosh yang benar tidak menggunakan huruf h melainkan huruf “t” (cost)).
  • Sebagaimana yang banyak terjadi, pengusaha makanan yang menggunakan Formalin, Borax, Pewarna Textile dan Melamin.  (kata-kata formalin, borax, textile seharusnya ditulis miring karena merupakan nama-nama bahan kimia yang merupakan bukan kata-kata yang sering digunakan (formalin, borax,textile, melamin)).
  • maka timbul pertanyaan pada kondisi ini bagaimana Islam memberikan solusi dan memandang tentang mekanisme harga yang diikuti penurunan dan ketidakmampuan masyarakat atau pengusaha untuk  membeli barang-barang kualitas baik atau unggul sehingga konsumen akhir tidak terzdolimi.. (kata zolim merupakan kata serapan dari bahasa arab yang penulisannya tidak seperti pengucapannya).
  • dari praktek-praktek yang merugikan (kata-kata praktek-praktek tidak ditulis dengan menggunakan huruf “e” tetapi huruf “i”, karena merupakan kata dasar dari praktikum (praktik)).

Pada bab pembatasan masalah terdapat beberapa kesalahan peulisan, yaitu:

  • maka kajian dalam penulisan skripsi ini akan dibatasi pada mekanisme harga yang dapat dirumuskan sebagai berikut:
  1. Bagaimana konsep harga yang adil dalam Islam ?
  2. Bagaimana etika dalam berbisnis ?
  3. Bagaimana dampak dari etika bisnis ?
  4. Apa yang terjadi dari bisnis yang tidak beretika ?
  5. Bagaimana menyikapi persaingan bisnis yang beretika ?

(Dari lima butir pertanyaan-pertanyaan pada pembatasan masalah penulisan tanda (?) diberi jarak, seharusnya sebelum tanda (?) yidak diberi jarak).

 

Pada bagian manfaat penelitian terdapat beberapa pertanyaan, yaitu:

  • Manfaat penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu sarana sosialisasi system ekonomi (terutama tentang konsep harga dan etika bisnis).. (pada kata sistem seharusnya ditulis dengan menggunakan huruf “i” bukan huruf “y” (sistem)).
  • Dari beberapa literature skripsi yang berada di Perpustakaan fakultas Syari’ah dan Hukum..(kata literatur seharusnya ditulis tidak menggunakan huruf “e”, karena dengan menggunakan huruf “e” kata tersebut menjadi kata yang berasal dari bahasa asing (literature)).

 

Pada bagian studi terdahulu terdapat kesalaha penulisan, yaitu:

  • Lili Amaliya Tahun 2003 Konsep harga yang adil menurut Ibnu Taymiyah… ( pada bagian studi pustak terdaulu seharusnya penulis menulis miring setiap kata-kata diatas untuk menandakan bahwa hal tersebut menunjukan karya tulis yang ditulis oleh Lili Amaliya).
  • Muhammad Yunus tahun  2005 Persaingan harga dalam perdagangan internasional dalam perspektif dan Islam.. ( pada bagian studi pustak terdaulu seharusnya penulis menulis dengan cetak miring kalimat diatas untuk menandakan bahwa hal tersebut menunjukan karya tulis yang ditulis oleh Muhammad Yunus).
  • Tuti Awaliyah Tahun 2008 Tinjauan Etika Bisnis islam terhadap pemasaran pada PT. Asuransi Tripakarta.. ( pada bagian studi pustak terdaulu seharusnya penulis menulis judul skripsi tersebut dengan cetak miring untuk menandakan bahwa hal tersebut menunjukan karya tulis yang ditulis oleh Tuti Alawiyah).
  • Serly Maria Tahun 2003 Etika usahawan dalam perspektif ekonomi islam dan ekonomi konferensional ( pada bagian studi pustak terdaulu seharusnya penulis menulis judul skripsi tersebut dengan cetak miring untuk menandakan bahwa hal tersebut menunjukan karya tulis yang ditulis oleh Serly Maria).
  • Adapun focus kajian ini..(pada kata ini seharusnya penulis menggunakan huruf “k” bukan huruf “c”, karena jika demikian kata tersebut mengandung arti dari bahasa asing).

Pada  bagian kerangka teori dan kerangka konseptual terdapat beberapa kesalahan penulisan, yaitu:

  • permasalahan ini dan adakah factor pendamping..( pada kata factor yang ditulis oleh penulis seharusnya penulis menggunakan huruf “k” pada kata faktor agar tidak mengandung arti kata serapan (faktor)).
  • dengan melihat prinsip-prinsip berekonomi dalam Islam yaitu ridho sama ridho,.(kata ridho ini merupakan kata serapan yang berasal dari bahasa arab).
  • juga tidak mendzolimi dan tidak terdzolimi.(kata ini merupakan kata yang berasal dari bahasa arab, seharusnya [enulis menulis terzolimi dan menzolimi).

Pada bagian metode penelitian dan teknik penulisan terdapat beberapa kesalahan dalam penulisan, yaitu:

  • Metode yang digunakan dalam Skripsi ini..( huruf s pada kata skripsi seharusnya tidak ditulis dengan huruf kapital, karena bukan merupakan kata depan).
  • dalam mengatasi atau menyiasati masalah yang terjadi.(kata menyiasati bukan merupakan kata imbuhan yang tepat, seharusnya penulis menulis mensiasati).

Pada bab sistematika penulisan terdapat beberapa kesalahan, yaitu:

  • Bab II  KERANGKA TEORI, meliputi Pengertian biaya dan Teori harga, yang terdiri dari pengertian penetapan harga, tinjauan penetapan harga, faktor-faktor penetapan harga, metode penetapan harga, prosedur penetapan harga.(pada bagian ini seharusnya dituois dengan huruf kapital hanya kata depan saja, sehingga huruf yang terdapat pada kata pengertian dan teori seharusnya tidak ditulis dengan huruf kapital).
  • Bab III            GAMBARAN UMUM RM TAMAN RESTO, meliputi Sejarah perjalanan RM Taman Resto, sekmentasi, Surveving usaha RM Taman Resto, Pandangan umum terhadap etika bisnis. (hanya kata depan yang ditulis dengan huruf kapital tidak perlu semua kalimat ditulis dengan huruf kapital, begitu pula huruf s pada kata sejarah pun tidak seharusnya ditulis dengan huruf kapital).
  • Bab IV            ANALISA DAMPAK MEKANISME HARGA DALAM MEMEBENTUK ETIKA BISNIS, meliputi Analisa hubungan  mekanisme harga dengan dampaknya terhadap kelangsungan usaha dan Peran etika moral dalam kegiatan usaha.( hanya kata depan yang seharusnya ditulis dengan huruf kapital, sehingga huruf a pada kata analisa tidak ditulis dengan huruf kapital).
  • Bab V PENUTUP, berisi kesimpulan dan saran-saran.( kata penutup seharusnya hanya huruf p saja yang ditulis dengan huruf kapital tidak perlu satu kata ditulis secara kapital). 

 

Bab 2

Kerangka Teori

  • Penggolongan biaya atas dasar objek pengeluaran (pada akhir kalimat tidak diberikan tanda (.), karena tanda (.) merupakan tanda untuk menentukan bahwa kalimat tersebut berakhir atau menandakan akhir kalimat).
  • Penggolongan biaya atas dasar fungsi-fungsi pokok dalam perusahaan ( pada akhir kalimat tidak diberi tanda (.). agar menentukan kalimat tersebut berakhir atau akhir dari sebuah kalimat).
  • biaya tetap dan biaya variabel…..(kata variable merupakan kata yang berasal dari bahasa asing sehingga penulisan kata harus di cetak miring (variable)).
  • Dengan kata lain, fungsi biaya akan dipengaruhi oleh seberapa besar output yang diproduksi…( kata output merupakan kata yang berasal dari bahasa asing sehingga penulisannya harus dicetak miring (output)).

 

Mengenai teori harga..

  • Pengertian Penetapan harga( pada kalimat ini dia khir kalimat ini tidak diberi tanda (.) sehingga tidak menunjukan bahwa kalimat tersebut tersebut merupakan akhir kalimat dan seharusnya jika ingin mengakhiri sebuah kalimat pda akhir kata di beri tanda (.)).
  • Penetapan harga disini bukanlah seperti penetapan tas’ir (penetapan harga oleh pihak pemerintah)..( seharusnya kata tasir diberi tanda (“….”) untuk menunjukan arti lain dan kata tasir merupakan kata serapan yang berasal dari bahasa arab).
  • nilai adalah ungkapan secara kuantitatif tentang kekuatan barang untuk dapat (kata nilai tidak seharusnya ditulis denngan miring karena kata nilai bukan merupakan bahasa asing (nilai)).
  • Menurut Basu Swastha dan Irawan dalam bukunya “Manajemen Pemasaran Modern”…. ( seharusnya judul buka tidak diberi tanda (“….”) tetapi judul buku penulisan kalimatnya harus dicetak miring, karena kalimat yang diberi tanda (“…..”) bukan merupakan sebuah judul buku melainkan kutipan).
  • Harga menurut Kamus bahasa Indonesia mempunyai empat arti..(huruf b pada kata bahasa  harus ditulis dengan huruf kapital, karena merupakan sebuah kata penjelas yang dibaremgi dengan nama sebuah negara).
  • Menurut Basu Swastha dan Irawan dalam bukunya “Manajemen Pemasaran Modern” yang dimaksud dengan harga ( seharusnya judul buku tidak diberi tanda (“….”) tetapi judul buku penulisan kalimatnya harus dicetak miring, karena kalimat yang diberi tanda (“…..”) bukan merupakan sebuah judul buku melainkan kutipan).
  • Sedagkan menurut Alex S. Nitisemito dalam bukunya “Marketing” mendefinisikan harga secara sederhana… ( seharusnya judul buku tidak diberi tanda (“….”) tetapi judul buku penulisan kalimatnya harus dicetak miring, karena kalimat yang diberi tanda (“…..”) bukan merupakan sebuah judul buku melainkan kutipan).
  • karena harga sangat menentukan besarnya volume penjualan..(volume merupakan kata yang berasal dari bahasa asing sehingga penulisan kata-kata tersebut harus di tulis dengan dicetak miring (volume)),

Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi permintaan suatu barang yaitu:

  • Harga barang itu sendiri
  • Harga barang lain yang terkait
  • Tingkat pendapatan per katpita
  • Selera atau kebiasaan
  • Jumlah penduduk
  • Perkiraan harga di masa mendatang
  • Distribusi pendapatan
  • Usaha-usaha produsen meningkatkan penjualan

(Dari masing-masing kalimat diatas tidak diberi tanda (.) yang seharusnya jika ingin mengakhiri sebuah kalimat pada akhir kata diberi tanda(.)).

  • Tujuan Penetapan harga (kalimat diatas tidak diberi tanda (.) yang seharusnya jika ingin mengakhiri sebuah kalimat pada akhir kata diberi tanda(.)).
  • Mempertahankan dan memperbaiki market share,..(kata market share tidak ditulis dengan miring , yang seharusnya penulis menulis kata market share ditulis dengan miring karena kata merket share merupakan kata yang berasal dari bahasa asing (market share)).
  • Orientasi ini harus diteliti sebaik-baiknya karena ada kemungkinan terjadi praktek tidak etis,(kata praktek yang ditulis oleh penulis tidak benar, penulisan yang benar adalah praktik, karena kata ini merupakan kata dasar dari kata praktikum).
  • masyarakat pada umumya dengan cara membebaskan atau melarang import beras atau gula dari luar negeri.  (import merupakan kata yang berasal dari bahasa asing yang seharusnya penulisan kata tersebut dicetak miring (import)).
  • perusahaan dapat member diskon khusus,..(kata diskon merupakan kata yang berasal dari bahasa asing yang penulisannya harus dicetak miring untuk menunjukan bahwa kata tersebut merupakan kata asing (diskon)).
  • Diketahui:

Biaya tetap material = Rp 7.500.000,- (Rp7.500.000,00)

Biaya tenaga kerja = Rp2.500.000,- (Rp2.500.000,00)

  • Biaya lain seperti sewa toko dan rumah produk, penyusutan alat-alat, dan sebagainya = Rp 4.000.000,- (Rp4.000.000,00)
  • Perusahaan membuat dan menjual 5 buah barang

Ditanyakan: harga jual?

Jawab:

  • Biaya tetap (FC)                         Rp 7.500.000,- (Rp7.500.000,00)
  • Biaya variable (VC)                    Rp 6.500.000,- (Rp6.500.000,00)           +         

    Biaya total (TC)                          Rp 14.000.000,- (Rp14.000.000,00)

Apabila menghendaki laba sebesar 10% dari biaya total, maka:

Harga total      = biaya + laba

= Rp 14.000.000,- (Rp14.000.000,00) + (10% x Rp 14.000.000) (Rp14.000.000,00).

= Rp 15.400.000,- (Rp15.400.000,00).

  • Dengan demikian masing-masing barang yang dijual seharga Rp 3.080.000,- (Rp3.080.00,00) (dari Rp 15.400.000,- (Rp15.400.00,00)÷ 5) dengan laba sebesar Rp 2.800.000,-  (Rp2.800.00,00) (dari Rp 14.000.000,- (Rp14.000.000,00) ÷ 5).

Dari beberapa oparagraf penulis salah dalam penulisan jumlah uang, penulisan yang benar misalnya Rp14.000.000,00 dua angka nol-nol yang diberikan merupakan tanda bahwa ada mata uang yang lebih kecil lagi dari rupiah).

  • Mark up pricing method..(kalimat ini merupakan kalimat dari bahasa asing yang penulisannya harus dicetak miring (Mark up pricing method)).
  • dengan sejumlah mark-up…(kata mark up seharusnya ditulis dengan cetak miring, karena kata ini merupakan kata yang berasal dari bahasa asing (mark up)).
  • Misalkan nilai AC adalah Rp 10.000,..(penulisan jumlah uang yang benar Rp10.000,00).
  • Ditanyakan: Harga jual?...(kata-kata harga jual tidak seharusnya ditulis dengan huruf miring karena bukan merupakan kata yang berasal dari bahasa asing ( harga jual)).
  • AC = Rp 10.000,-..(penulisan jumlah uang yang benar Rp10.000,00).
  • Keuntungan = 25%

25% x Rp 10.000(Rp10.000,00) = Rp 2.500 (Rp2.500,00).

Sehingga: harga jual = Rp 2.500 (Rp2.500,00) + Rp 10.000(Rp10.000,00) = Rp 12.500(Rp12.500,00).

  • Biaya tetap peusahaan            = Rp 500,-(Rp500,00)
  • Biaay variabel                         = Rp 60,- perunit…(Rp60,00 per unit)

Biaya total = biaya tetap + biaya variabel

= Rp 500,- (Rp500,00) + (5 x Rp 60,-)(Rp60,00)

= Rp 800,-(Rp800,00).

Apabila 5 unit tersebut dijual dengan harga Rp 160, (Rp160,00) per unit,maka total revenue yang diterima dari penjualan sebesar (5 x Rp 160,- (Rp160,00)) = Rp 800,-.(Rp800,00)

  • Pada saat inilah perusahaan berada dalam keadaan break-even...(penulisan break-even seharusnya ditulis miring, karena merupakan kata yang berasal dari bahasa asing (break even) ).
  • Gambar 2.4 Kurva Titik Break Evan…(kata break even seharusnya ditulis dengan miring karena kata tersebut merupakan kata yang berasal dari bahasa asing (break even) ).
  • Bentuk proteksi semacam ini sering dijumpai bagi perusahaan yang menghadapi persaingan yang bersifat oligopoly. (kata oligopoly, seharusnya ditulis dengan miring karena kata tersebut merupakan kata yang bersal dari bahasa asing (oligopoly) ).
  • Hal ini dapat ditentukan dengan menggunakan ancar-ancar, misalnya Rp 300,- (Rp300,00) dan Rp 400,- (Rp400,00)atau
  • Perusahaan yang agresif selalu menginginkan market share yang lebih besar. Kadang-kadang perluasan market share harus dilakukan dengan mengadakan periklanan dan bentuk lain dari persaingan bukan harga, disamping dengan harga tertentu. Market share yang diharapkan tersebut….(kata-kata market share seharusnya ditulis dengan miring karena kata-kata tersebut merupakan kata yang berasal dari bahasa asing (market share) ).
  • seperti penetapan harga psikologis, unsur marketing mix, kebijakan penetapan harga perusahaan dan harga-harga terhadap pihak lain.(kata marketing mix seharusnya ditulis dengan miring karena kata-kata tersebut merupakan kata yang berasal dari bahasa asing (marketing mix)).

 

 

Bab 3

Tanda Baca

Kalimat Asli

Kalimat Seharusnya

Paragraf

  1. Sejarah Perjalanan RM. Taman Resto.

 

Maka dari itu kami berkomitmen pada konsep keluarga pada rumah makan kami ini.

 

  1. Sekmentasi.

 

Dalam hal ini perusahaan akan beroperasi disemua segmen, akan tetapi, harus memperhatikan perbedaan kebutuhan dan selera yang ada dimasing-masing daerah

 

Produk merupakan elemen yang paling penting. sebab dengan inilah perusahaan berusaha untuk memenuhi “kebutuhan dan keinginan” dari konsumen.

 

Ada beberapa cara menyebarkan informasi ini, antara lain periklanan (advertising), penjualan pribadi (Personal Selling), Promosi penjualan (Sales Promotion) dan Publisitas (Publicity)

 

  1. Publsitas (Pubilicity): Merupakan cara yang biasa digunakan juga oleh perusahaan untuk membentuk pengaruh secara tidak langsung kepada konsumen, agar mereka menjadi tahu, dan menyenangi produk yang dipasarkannya, hal ini berbeda dengan promosi, dimana didalam melakukan publisitas perusahaan tidak melakukan hal yang bersifat komersial.

 

  1. Survivor Usaha RM Taman Resto

 

  1. Sejarah Perjalanan RM. Taman Resto

 

Maka dari itu, kami berkomitmen pada konsep keluarga pada rumah makan kami ini.

 

  1. Sekmentasi

 

Dalam hal ini perusahaan akan beroperasi disemua segmen, akan tetapi harus memperhatikan perbedaan kebutuhan dan selera yang ada dimasing-masing daerah.

 

Produk merupakan elemen yang paling penting, sebab dengan inilah perusahaan berusaha untuk memenuhi “kebutuhan dan keinginan” dari konsumen.

 

Ada beberapa cara menyebarkan informasi ini, antara lain periklanan (advertising), penjualan pribadi (Personal Selling), Promosi penjualan (Sales Promotion) dan Publisitas (Publicity).

 

  1. Publsitas (Pubilicity): Merupakan cara yang biasa digunakan juga oleh perusahaan untuk membentuk pengaruh secara tidak langsung kepada konsumen, agar mereka menjadi tahu dan menyenangi produk yang dipasarkannya. Hal ini berbeda dengan promosi, dimana didalam melakukan publisitas perusahaan tidak melakukan hal yang bersifat komersial.

 

  1. Survivor Usaha RM. Taman Resto

 

1

 

 

 3

 

 

Tabel 1

 

7

 

 

 

 

 

14

 

 

 

 

 

 22

 

 

 

 

22

 

 

 

 

 

 

 

 

 24

 

Penulisan Huruf

(huruf kapital & miring)

Kalimat Asli

Kalimat Seharusnya

Paragraf

Mereka itu sangat berani menerapkan quality control dalam setiap prodaknya…

 

Mengembangkan profit setiap segmen

 

Segmentasi Pasar adalah kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen dari suatu produk kedalam satuan-satuan pasar (segmen pasar) yang bersifat homogen.

 

Pada hakekatnya Penempatan produk adalah: Tindakan merancang produk dan bauran pemasaran agar tercipta kesan tertentu diingatan konsumen.

 

Marketing mix merupakan kombinasi variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran, variabel mana dapat dikendalikan oleh perusahaan untuk mempengaruhi tanggapan konsumen dalam pasar sasarannya.

 

Dengan demikian perusahaan tidak hanya sekedar memiliki kombinasi kegiatan yang terbaik saja, akan tetapi dapat mengkoordinasikan berbagai variabel marketing mix tersebut, untuk melaksanakan program pemasaran secara efektif.

Menurut William J.Stanton pengertian marketing mix secara umum adalah sebagai berikut: marketing mix adalah istilah yang dipakai untuk menjelaskan kombinasi empat besar pembentuk inti sistem pemasaran sebuah organisasi.

 

Keempat unsur atau variabel bauran pemasaran (Marketing mix) tersebut atau yang disebut four p’s adalah sebagai berikut:

 

Marketing mix yang dijalankan harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi perusahaan. Disamping itu marketing mix merupakan perpaduan dari faktor-faktor yang dapat dikendalikan perusahaan untuk mempermudah buying decision, maka variabel-variabel marketing mix diatas tadi dapat dijelaskan sedikit lebih mendalam sebagai berikut:

Ada beberapa cara menyebarkan informasi ini, antara lain periklanan (advertising), penjualan pribadi (Personal Selling), Promosi penjualan (Sales Promotion) dan Publisitas (Publicity)

 

  1. a.    Periklanan (Advertising): Merupakan alat utama bagi pengusaha untuk mempengaruhi konsumennya.

 

  1. Penjualan Pribadi (Personal selling): Merupakan kegiatan perusahaan untuk melakukan kontak langsung dengan calon konsumennya.

 

  1. Promosi Penjualan (Sales Promotion): Merupakan kegiatan perusahaan untuk menjajakan produk yang dipasarkarlnya sedemikian rupa sehingga konsumen akan mudah untuk melihatnya dan bahkan dengan cara penempatan dan pengaturan tertentu, maka produk tersebut akan menarik perhatian konsumen.

 

  1. Publsitas (Pubilicity): Merupakan cara yang biasa digunakan juga oleh perusahaan untuk membentuk pengaruh secara tidak langsung kepada konsumen, agar mereka menjadi tahu, dan menyenangi produk yang dipasarkannya, hal ini berbeda dengan promosi, dimana didalam melakukan publisitas perusahaan tidak melakukan hal yang bersifat komersial.

 

Bisnis makanan selalu berkembang setiap tahunnya, hal ini disebabkan karena masyarakat yang cendrung ingin praktis ketimbang memasak sendiri atau pun keinginan untuk mencoba suatu jajanan yang banyak bermunculan dengan konsep-konsep marketing bisnis yang membuat terbiusnya masyarakat untuk mencobanya.

Jiwa wirausaha atau entrepreneurship dalah salah satu kekuatan yang dikembangkan oleh Rasulullah. Sedangkan wirausaha atau entrepreneur itu sendiri secara sederhana adalah kemampuan kita untuk menciptakan atau mendesain manfaat dari apapun yang ada dalam diri dan lingkungan.

 

Menurut survey itu bahwa kekuatan ekonomi Indonesia terletak pada konsumsi masyarakat yang besar, sehingga sector riil masih tetap tumbuh meskipun tak sebesar sebelum krisis.

 

Agar bisa rumah makan ini bertahan, kami menjalankan beberapa prinsip marketing.

Dewasa ini, banyak para pengusaha yang mengusung bisnisnya dengan memperhatikan etika bisnis yang dijadikan nilai pembeda dengan para competitor lainnya.

Mereka itu sangat berani menerapkan quality control dalam setiap prodaknya…

 

Mengembangkan profit setiap segmen

 

Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen dari suatu produk kedalam satuan-satuan pasar (segmen pasar) yang bersifat homogen.

 

Pada hakekatnya penempatan produk adalah tindakan merancang produk dan bauran pemasaran agar tercipta kesan tertentu diingatan konsumen.

 

Marketing mix merupakan kombinasi variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran, variabel mana dapat dikendalikan oleh perusahaan untuk mempengaruhi tanggapan konsumen dalam pasar sasarannya.

 

 

Dengan demikian perusahaan tidak hanya sekedar memiliki kombinasi kegiatan yang terbaik saja, akan tetapi dapat mengkoordinasikan berbagai variabel marketing mix tersebut, untuk melaksanakan program pemasaran secara efektif.

Menurut William J.Stanton pengertian marketing mix secara umum adalah sebagai berikut: marketing mix adalah istilah yang dipakai untuk menjelaskan kombinasi empat besar pembentuk inti sistem pemasaran sebuah organisasi.

 

 

Keempat unsur atau variabel bauran pemasaran (Marketing mix) tersebut atau yang disebut four p’s adalah sebagai berikut:

 

Marketing mix yang dijalankan harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi perusahaan. Disamping itu marketing mix merupakan perpaduan dari faktor-faktor yang dapat dikendalikan perusahaan untuk mempermudah buying decision, maka variabel-variabel marketing mix diatas tadi dapat dijelaskan sedikit lebih mendalam sebagai berikut:

 

Ada beberapa cara menyebarkan informasi ini, antara lain periklanan (advertising), penjualan pribadi (personal selling), promosi penjualan (sales promotion) dan publisitas (publicity)

 

  1. Periklanan (advertising): merupakan alat utama bagi pengusaha untuk mempengaruhi konsumennya.

 

  1. Penjualan Pribadi (personal selling): merupakan kegiatan perusahaan untuk melakukan kontak langsung dengan calon konsumennya.

 

  1. Promosi Penjualan (sales promotion): merupakan kegiatan perusahaan untuk menjajakan produk yang dipasarkarlnya sedemikian rupa sehingga konsumen akan mudah untuk melihatnya dan bahkan dengan cara penempatan dan pengaturan tertentu, maka produk tersebut akan menarik perhatian konsumen.

 

  1. Publsitas (pubilicity): merupakan cara yang biasa digunakan juga oleh perusahaan untuk membentuk pengaruh secara tidak langsung kepada konsumen, agar mereka menjadi tahu, dan menyenangi produk yang dipasarkannya, hal ini berbeda dengan promosi, dimana didalam melakukan publisitas perusahaan tidak melakukan hal yang bersifat komersial.

 

Bisnis makanan selalu berkembang setiap tahunnya, hal ini disebabkan karena masyarakat yang cendrung ingin praktis ketimbang memasak sendiri atau pun keinginan untuk mencoba suatu jajanan yang banyak bermunculan dengan konsep-konsep marketing bisnis yang membuat terbiusnya masyarakat untuk mencobanya.

 

Jiwa wirausaha atau entrepreneurship dalah salah satu kekuatan yang dikembangkan oleh Rasulullah. Sedangkan wirausaha atau entrepreneur itu sendiri secara sederhana adalah kemampuan kita untuk menciptakan atau mendesain manfaat dari apapun yang ada dalam diri dan lingkungan.

 

Menurut survey itu bahwa kekuatan ekonomi Indonesia terletak pada konsumsi masyarakat yang besar, sehingga sector riil masih tetap tumbuh meskipun tak sebesar sebelum krisis.

 

Agar bisa rumah makan ini bertahan, kami menjalankan beberapa prinsip marketing.

Dewasa ini, banyak para pengusaha yang mengusung bisnisnya dengan memperhatikan etika bisnis yang dijadikan nilai pembeda dengan para competitor lainnya.

4

 

 

 

Tabel 1

 

 

5

 

 

 

 9

 

 

 

 

11

 

 

 

 

 

 

 

11

 

 

 

 

11

 

 

 

 

 

 

12

 

 

 

 

13

 

 

 

 

 

 

 

22

 

 

 

 

 

22

 

 

 

 

22

 

 

 

22

 

 

 

 

 

 

 

 

22

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

24

 

 

 

 

 

 

 

 

24

 

 

 

 

 

 

 

 

24

 

 

 

 

 

29

 

 

31

 

Kalimat Efektif

Kalimat Asli

Kalimat Seharusnya

Bab/Paragraf

Etika bisnis pada bisnis makanan dapat dibuktikan dari hasil akhir suatu prodak, bila prodak yang baik akan menghasilakan prodak yang baik pula.

 

Konsep dari rumah makan ini juga amat menarik karena lokasinya juga besar sehingga menampung beberapa bentuk usaha, ada masakan padang, ada olahan ikan, pasar beras yang semua itu bebas dipilih oleh pembeli didalam satu lokasi.

 

Penelitian yang penulis jalani ini, menyimpulkan bahwa banyak para pedagang yang memakai vetsin yang melebihi batas sehingga hasil yang dirasakan begitu sangat gurih sekali.

Etika bisnis pada bisnis makanan dapat dibuktikan dari hasil akhir suatu prodak, bila prodak baik maka akan menghasilakan prodak yang baik pula.

 

 

Konsep dari rumah makan ini juga amat menarik karena lokasinya juga besar sehingga menampung beberapa bentuk usaha, ada masakan padang, olahan ikan, dan pasar beras yang semua itu bebas dipilih oleh pembeli didalam satu lokasi.

 

 

Penelitian yang penulis jalani ini, menyimpulkan bahwa banyak pedagang yang memakai vetsin yang melebihi batas sehingga hasil yang dirasakan sangat gurih.

 

4

 

 

 

 

 

32

 

 

 

 

 

 

28

 

Bab 4

Kalimat Asli

Kalimat Seharusnyanya

Paragraph

Penentuan dari harga dari suatu produk adalah suatu hal yang  sangat krusial.

Penentuan dari harga dari suatu produk adalah suatu hal yang  sangat krusial.

1

Penentuan harga dari suatu produk akan sangat mempengaruhi dari keberhasilan suatu perusahaan dalam memperoleh keuntungan yang akan didapatkan oleh suatu perusahaan

Penentuan harga suatu produk akan sangat mempengaruhi keberhasilan suatu perusahaan dalam memperoleh keuntungan yang akan didapatkan oleh suatu perusahaan

1

Kebijakan dalam menentukan harga dari suatu produk, maka kelak akan sangat mempengaruhi dari pelayanan harus dilakukan oleh perusahaan terhadap konsumen

Kebijakan dalam menentukan harga dari suatu produk, kelak akan sangat mempengaruhi pelayanan yang harus dilakukan oleh perusahaan terhadap konsumen

2

Dan ini tentunya juga membutuhkan biaya budget yang juga harus diperhitungkan dengan menentukan nilai harga dari produk itu sendiri yang sangat diharapkan dan telah dirancang agar dari harga produk itu sendiri dapat menutupi semua biaya produksi sehingga akan menghasilkan profit bagi perusahaan.

Dan ini tentunya juga membutuhkan budget yang juga harus diperhitungkan dengan menentukan nilai harga dari produk itu sendiri yang sangat diharapkan dan telah dirancang agar harga produk itu sendiri dapat menutupi semua biaya produksi sehingga akan menghasilkan profit bagi perusahaan.

2

Harga sangat mempengaruhi penjual dari suatu produk yang ditawarkan oleh suatu perusahaan

Harga sangat mempengaruhi penjualan  suatu produk yang ditawarkan oleh suatu perusahaan.

3

Penentuan harga sangat dibutuhkan strategi pemasaran yang amatlah matang agar perusahaan tidak mengalami kerugian

Penentuan harga sangat dibutuhkan strategi pemasaran yang amat matang agar perusahaan tidak mengalami kerugian

3

… beliau adalah seorang pelaku pasar yang aktif, dan kemudian menjadi seorang pengawas pasar

beliau adalah seorang pelaku pasar yang aktif dan kemudian menjadi seorang pengawas pasar.

5

Tetapi ideologi ekonomi yang di anut bangsa ini dan kebanyakan Negara lain, memandang bahwa kita keras dan dapakan untung sebesar-besarnya dan meminimalkan modal yang dikeluarkan.

Tetapi ideologi ekonomi yang dianut bangsa ini dan kebanyakan negara lain, memandang bahwa kita keras, mendapakan untung sebesar-besarnya, dan meminimalkan modal yang dikeluarkan.

 6

Keyakinan ini harus dibungkus dengan keberserahan kepada sang pencipta Allah SWT.[4]

Keyakinan ini harus dibungkus dengan keberserahan kepada sangpencipta Allah SWT.

 10

…sudah sesuai dengan kualitas dan harapan yang ingin diberi ke konsumen.

…sudah sesuai dengan kualitas dan harapan yang ingin diberi kekonsumen. Bukan dengan

 10

….konsumen pun akan puas dengan produk yang kita tawarkan.

…konsumenpun akan puas dengan produk yang kita tawarkan.

 15

…sang Rosul sebagai panglima yang bertugas memberi arahan dan dorongan kepada umatnya….

SangRosul sebagai panglima yang bertugas memberi arahan dan dorongan kepada umatnya,

        18

… dia menyatakan pelanggan nasi gorengnya, ada yang berasal dari  tanjung priok padahal tempat jualannya didaerah Ciputat.

 

… dia menyatakan pelanggan nasi gorengnya, ada yang berasal dari  Tanjung Priok padahal tempat jualannya didaerah Ciputat.

 

24

Dr. Rhenald Kasali menyatakan kiat sukses bisnis ada beberapa kunci sukses standar yang khas salah satunya dan menjadi yang utama yaitu, Reputasi.

Dr. Rhenald Kasali menyatakan kiat sukses bisnis ada beberapa kunci sukses standar yang khas salah satunya dan menjadi yang utama yaitu, reputasi.

 25

Selalu memberikan benefit-benefit ke pelanggannya, tidak selalu memikirkan untung

Selalu memberikan benefit-benefit kepelanggannya, tidak selalu memikirkan untung

29

 

 

 

 

Bab IV

PENUTUP

IV.1 Kesimpulan

Masih banyak yang harus diperbaiki dalam soal EYD dan keefektifan kalimat. Skripsi ini masih banyak yang menggunakan ejaan lama dan masih banyak juga kalimat yang terlalu bertele – tele atau tidak efektif. Rata – rata kesalahan ada pada penggunaan tanda baca dan penggunaan huruf dan angka. Kesalahan pada penggunaan serapan juga ada namun tidak banyak. Dalam hal pengetikan juga masih banyak kesalahan atau kurangnya huruf namun itu tidak banyak masuk pembahasan karena bukan merupakan bagian dari EYD atau kalimat efektif.

 

IV.2 Saran

            Saran untuk penulis sebaiknya lihat pedoman penggunaan EYD yang terbaru sehingga tidak banyak salah dalam penulisan EYD. Penulis juga sebaiknya belajar untuk menggunakan kalimat yang lebih efektif, kalimat yang tidak terlalu panjang tapi tetapi tetap dimengerti subtansinya.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Gani, Ramlan A dan Mahmudah Fitriyah ZA. Disiplin Berbahasa Indonesia. Jakarta : PITK. 2010.

Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa DEPDIKNAS RI. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan. Jakarta:Indonesia Tera.2008.

Blog Subpokindonesia mengenai Sejarah Singkat Ejaan Bahasa Indonesia .


[1] Disiplin Berbahasa Indonesia, Ramlan A. Gani hal. 19

[2] Blog Subpokiindonesia mengenai sejarah singkat ejaan bahasa Indonesia

[3] Pedoman Umum Ejaan Bahasa Ondonesia yang Disempurnakan hal 42-58

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s