Makalah Manajemen Strategi

 

PENDAHULUAN

Berpikir stratejik, sebenarnya tanpa disadari, dalam bentuknya yang sederhana telah ada dalam aktivitas yang dilakukan manusia normal pada umumnya . Dalam belajar , kita juga harus punya strategi agar bagaimana hasil belajar kita maksimal tanpa harus membuat badan kita drop karena belajar semalam suntuk . Begitu juga ketika kita hendak keluar dan melihat cuaca di luar agak gelap, strategi agar tidak kehujanan di jalan adalah dengan membawa payung dan memakai jaket.

Di perusahaan, berpikir stratejik juga sangat penting . Maka ada orang yang ditugaskan khusus , seorang manajer stratejik,  yang berfungsi untuk menyiapkan strategi agar perusahaan terhindar dari resiko seperti kekurangan pasokan bahan baku , terhindar dari kebangkrutan ataupun masalah lainnya . Dalam makalah ini kami akan mencoba menjabarkan tipe – tipe strategi yang sering digunakan oleh berbagai perusahaan guna mengembangkan atau menyelamatkan kondisi perusahaan yang tidak baik .

 

PEMBAHASAN

Grand strategies atau strategi umum, sering dinamai strategi induk atau bisnis, memberikan arah bagi tindakan – tindakan strategik. Jadi, suatu strategi umum  dapat didefinisikan sebagai ancangan umum yang memedomani tindakan – tindakan penting perusahaan. Strategi umum secara garis besar terdapat 4 tipe , yaitu :

  1. Integration Strategies (Strategi Integrasi)

Strategi integrasi dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :

 

  1. Forward Integration (Integrasi Hilir)

Strategi ini adalah strategi yang dilakukan perusahaan dengan membeli atau menguasai perusahaan yang lebih dekat dengan konsumen atau yag berhubungan langsung dengan konsumen, contohnya : agen distributor , pedagang pengecer dan lain – lain . Strategi ini dilakukan untuk meluaskan distribusi barang dari sebuah perusahaan. Salah satu bentuk yang efektif dari strategi ini adalah franchising (waralaba).

Contohnya : Perusahana farmasi Kimia Farma dengan apotik kimia farmanya dan perusanaan Coca Cola dengan perusahaan pembotolan di berbagai negara .

 

  1. Backward Intergration (Strategi Hulu)

Strategi ini adalah strategi yang dilakukan perusahaan dengan membeli atau menguasai supplier atau pemasok. Hal ini dilakukan untuk menghindari kekurangan supply bahan baku, perusahaan pemasok terlalu mahal atau tidak dapat memenuhi kebutuhan perusahaan . Langkah ini merupakan upaya untuk mengamankan jalur pasokan terhadap kebutuhan dalam rangka proses produksinya. Namun demikian, kecenderungan industri besar melakukan aktivitas de-intergrasi, yaitu melepas berbagai aktivitas perusahaan pemasok. Tidak tertutup kemungkinan perusahaan menemukan bahwa jenis integrasi ini bukan solusi yang tepat untuk unggul dalam persaingan karena menjadi semakin membebani keuangan .

Contohnya : Harian Jawa Pos yang mendirikan pabrik kertas untuk menjamin ketersediaan pasokan kebutuhan bahan bakunya . Contoh lain, Gudang Garam yang memiliki pabrik kertas rokok di Afrika .

 

  1. Horizontal Integration

Strategi ini dilakukan dalam bentuk membeli atau meningkatkan kontrol terhadap perusahaan pesaing . Yang bisa disapat dari strategi ini adalah memperbesar pangsa pasar potensial perusahaan, meningkatkan penjualan dan memperbesar ukuran perusahaan. Caranya dapat dengan akuisisi, merjer (penggabungan) dan pengambilalihan perusahaan yang menjadi pesaing.

Contohnya : Toko obat Guardian membeli Shop-in, Indofood yang membeli SuperMie dan merjer berbagai bank yang membentuk Bank Mandiri .

 

  1. Intensive Strategies (Strategi Intensif )

Strategi ini disebut strategi intensif karena mensyaratkan berbagai upaya yang intensif untuk meningkatkan posisi kompetitif perusahaan dengan produk yang ada. Strategi intensif dibagi menjadi tiga, yaitu :

  1. Market Penetration

Strategi ini dilakukan dalam upaya meningkatkan pangsa pasar untuk produk atau layanan yang ada saat ini dalam pasar melalui upaya  – upaya pemasaran yang lebih besar . Strategi ini umum diterapkan baik sendiri maupun sebagai kombinasi dengan strategi lainnya . Bentuk strategi ini antara lain : meningkatkan jumlah tenaga penjualan,  peningkatan pembelanjaan iklan, penawaran barang – barang promosi secara besar – besaran atau peningkatan upaya – upaya publisitas lainnya.

Contoh : Promosi intensif dari AXIS atau XL yang iklannya banyak dan menarik, penambahan sales di berbagai event untuk menjual produk dan usaha McDonald untuk memberikan berbagai cineramata untuk anak – anak .

 

  1. Market development

Strategi ini dilakukan perusahaan sebagai upaya  untuk mengenalkan produk atau layanan yang ada kepada wilayah geografis yang baru . Strategi ini juga bisa dalam bentuk memasarkan produk lama dengan sedikit memodifikasi agar lebih menarik dan membuka cabang di kota atau negara baru untuk memperluas jangkauan produk . Globalisasi dan iklim perkembangan pasar internasional semakin kondusif untuk strategi ini . Hal ini dibutuhkan karena tidak jarang persaingan yang sedemikian ketat pada suatu pasar tertentu menyebabkan pengalihan kepada pasar yang baru sehinga dapat tersingkir dari arena bisnisnya. Namun demikian, perlu dicermati bahwa pada wilayah – wilayah tertentu, masuknya para pemain baru menimbulkan pergeseran keseimbangan bisnis yang ada. Tidak jarang para pemain besar akan mengalami tantangan dari pemain lokal dan begiti juga sebaliknya.

Contoh : Matahari dan Giant membuka gerai baru ke daerah baru dan Indosat yang membuka gerai baru untuk menjangkau daerah baru .

 

  1. Product development

Strategi ini meliputi modifikasi cukup besar atas prosuk lama atau penciptaan prosuk baru yang masih berkaitan yang dapat dipasarkan kepada pelanggan lama melalui saluran yang sudah ada . Strategi pengembangan produ        k digunakan untuk memperpanjang daur hidup produk yang sudah ada ataupun untuk mempertahankan reputasi atau merek favorit .

Contoh : Rinso mengembangkan berbagai variant nya , Sunsilk dengan formula yang seakan – akan diciptakan oleh penata rambut profesional padahal sama saja dan ponsel yang muncul dengan tipe baru padahal rata – rata hanya modifikasi sedikit dari tipe sebelumnya .

 

  1. Diversification Strategies

Strategi ini adalah strategi  yang membuat kelompok usaha baru namun tidak sejenis dengan jenis usaha sebelumnya ( beda sektor ) sebagai usaha pengembangan perusahaan . Strategi ini dinilai kompleks karena usaha yang bergerak pada sektor yang beragam sulit untuk dikelola . Pada 1960-an dan 1970-an strategi ini populer digunakan karena setiap perusahaan ingin semaksimal mungkin agar tidak tergantung pada satu jenis usaha saja , tapi konsep ini surut pada dekade 1980-an . Walau demikian, bukan berarti strategi ini  sudah benar – benar hilang. Masih cukup banyak pula perusahaan yang berahsil dengan strategi ini , terutama ketika perusahaan yang bergerak di wilayah yang mengalami kecenderungan menurun seperti keika Philip Morris, sebuah produsen rokok membeli Kraft General Food, sebuah perusahaan makanan kelompok Nestle. Hal ini dilakukan atas dasar asumsi konsumsi rokok semakin menurun akibat peningkatan kesadaran akan kesehatan dan bahaya rokok. Strategi diversifikasi ini dibagi menjadi beberapa bentuk yaitu :

  1. Concentric Diversification

Strategi ini adalah akuisisi bisnis yang terkait dengan perusahaan pengakuisisi dari segi tekhnologi, pasar atau produk . Jadi, perusahaan pengakuisisi mencari usaha – usaha baru yang produk, pasar, saluran distribusi, tekhnologi dan kebutuhan sumber dayanya serupa namun tidak sama dengan yang dimilikinya sekarang  yang akusisinya menghasilkan sinerji tetapi bukan berupa saling kebergantungan sepenuhnya.

Contoh : harian Kompas yang memunculkan berbagai surat kabar, tabloid dan majalah baru .

 

  1. Conglomerate Diversification

Berbeda dengan strategi concentrate diversification yang mengakuisisi jenis usaha yang sinerji, conglomerate diversification tidak mempermasalahkan sinerji produk – pasar dengan bisnis yang sedang berjalan .

Contoh : ketika Lippobank memutuskan untuk bergerak di sektor properti dan Maspion dengan Maspionbank-nya .

 

  1. Horizontal Diversification

Bentuk strategi ini adalah menambah produk atau layanan baru yang tidak berhubungan atau terkait yang telah ada tapi sasarannya (konsumen) sama .

Contoh : Garuda Indonesia Airways yang memiliki beberapa jaringan hotel di Indonesia . Jenis usaha hotel tidak terkait dengan penerbangan, namun sasarannya sama . Pengguna layanan maskapai garuda yang pergi ke suat kota dapat menggunakan layanan hotel yang dimiliki Garuda juga .

 

  1. Defensive Strategies

Pada prinsipnya strategi ini ditujukan untuk mempertahankan eksistensi perusahaan dari semakin ketatnya persaingan bisnis dan berbagai ketidakpastian eksternal yang sulit dikontrol dan diprediksi. Biasanya strategi ini digunakan ketika dalam suasana krisis. Oleh karena itu strategi ini sering disebut juga Survival Strategy .

  1. Joint Ventura

Strategi yang akrab disebut JV ini muncul ketika dua perusahaan atau lebih membentuk suatu kerjasama dalam rangka memanfaatkan peluang yang ada secara bersama – sama . Strategi ini termasuk defensif karena perusahaan yang melakukan JV tidak berminat untuk mengambil resiko sendiri . Tak jarang pihak – pihak yang melakukan kerjasama membentuk perusahaan baru dengan tujuan menjalankan kerjasama yang dimaksud.  JV bisa terjadi dalan berbagai bentuk seperti jaringan distribusi, kesepakatan lisensi, kesepakatan produksi dan upaya melakukan penawaran bersama guna memenagkan suatu tender . Strategi ini populer karena kemampuannya menciptakan komunikasi dan jaringan kerja untuk melakukan operasi secara global serta dapat menurunkan resiko . Bahkan kesepakatan kerjasama antar perusahaan yang sedang bersaing secara langsung juga terjadi. Biasanya kesepakatan kerjasama merupakan jembatan untuk mensinergikan keunggulan kompetitif di bidang masing – masing, baik itu tekhnologi, distribusi, riset dasarmaupun kapasitas produksi.

Contoh : Kompas dan Poskota melakukan JV yang menghasilkan Harian Surya di Surabaya.

 

  1. Divestasi

Divestasi adalah strategi dengan menjual suatu perusahaan atau komponen utama perusahaan . Sebagai contoh, pada bulan Maret 1992, Goodyear Tire mengumumkan keputusannya untuk menjual bisnis poliesternya kepada Shell Chemical guna menghapuskan utang sebesar $2,6 miliar . Penjualan ini merupakan bagian dari strategi Goodyear 1991 untuk menekan utangnya sampai di bawah $2 miliar 18 bulan.

 

  1. Retrenchment

Strategi penciutan dilakukan ketika organisasi mengelompok kembali melalui reduksi biaya dan aset dalam upaya membalikkan proses penurunan penjualan dan laba perusahaan. Strategi ini terkadang dikenal sebagai strategi turnaround atau reorganizational. Tujuan dari strategi ini adalah untuk memperkokoh keunggulan yang membedakan yang dimiliki perusahaan. Pada masa strategi ini, operasi perusahaan  berjalan dengan sumber daya yang terbatas dan akan pada tekanan dari berbagai pihak seperti pemilik saham, pegawai dan media. Bentuk penciutan seperti penjualan aste untuk memperoleh dana tunai, pemangkasan lini produk, menutup bisnis yang kuramg menguntungkan, pengurangan jumlah pegawai dan penerapan sistem kontrol pengeluaran biaya.

Contohnya : PHK besar – besaran saat krisis moneter tahun 1998 .

 

 

 

PENUTUP

DAFTAR PUSTAKA

Robinson  and Pearce . Manajemen Strategik . 1997. Binarupa Aksara. Jakarta .

Dirgantara, Crown. Manajemen Stratejik Konsep, Kasus dan Implementasi. 2001. Grasindo. Jakarta.

 

2 thoughts on “Makalah Manajemen Strategi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s