Contoh Analisis SWOT sebuah BMT

ANALISA SWOT BMT

Berdasarkan hasil wawancara

KEKUATAN ( S )

  1. Gedung BMT yang nyaman.

Dengan gedung yang nyaman transaksi dan pelayanan kepada mitra menjadi maksimal.

  1. Lokasinya dekat pasar.

Target BMT adalah para pedagang pasar dan pedagang kaki lima disekitar pasar  sehingga dengan lokasinya yang dekat dengan pasar memudahkan interaksi dan jangkauan pembiayaan.

  1. Pengurusnya amanah.

Pengurus BMT adalah pengurus yang amanah, artinya mereka tidak merasa berkuasa dan menjalankan tugasnya dengan baik walaupun yang dilayani hayna pedagang kecil.

  1. Didukung dan sudah bekerjasama dengan BUS seperti BTN Syariah, Bank Muamalat, Bank Syariah Mandiri dan Bank DKI Syariah juga dengan BPRS Wakalumi dan BPRS Al-Hikmah. Kerja sama ini bisa dalam bentuk pendanaan atau pengalihan pembiayaan ke BMT Al-Fath Ikmi. Dengan kerjasama ini ruang lingkup pembiayaan dan permodalan BMT menjadi semakin luas.
  2. Punya system informasi akuntansi (SIA) yang setara dengan BPRS.

System informasi merupakan tekhnologi yang mendukung jalannya operasional suatu lembaga. BMT telah menggunakan system informasi akuntansi yang memudahkan BMT melihat jalannya penghimpunandan pembiayaan terkomputerisasi.

KELEMAHAN ( W )

  1. Pemahaman mitra dibidang syariah kurang sehingga agak sulit menyatukan pemahaman kerjasama syariah.

Para mitra rata – rata hanya mengetahui bahwa lembaga keuangan syariah bersistem bagi hasil dan konvensinal bersistem bunga. Jika diberi pemahaman mengenai bagaimana praktek bisnis yang benar – benar syariah mereka cenderung tidak tertarik dan lebih memilih cara yang konvensional atau cara yang sudah umum.

  1. Kurangnya training atau pelatihan.

Training terhadap operasional ataupun SDM BMT untuk menghadapi persaingan terutama dari bank – bank yang mempunyai mangsa pasar sama dan bank – bank yang berada disekitar pasar juga dinilai masih kurang..

  1. Dana untuk training terbilang minim

Dana untuk training operasional dan SDM pegawai masih minim sehingga menyebabkan jarangnya BMT mengikuti training.

PELUANG ( O )

  1. Karakteristik mitra yang rata – rata pedagang kaki lima belum Bank Minded sehingga mereka takut untuk meminjam dana di bank dan merasa lebih nyaman ke BMT.
  2. Lokasi yang dekat dengan pasar (dekat dengan mitra).

Lokasi yang dekat dengan mitra memudahkan pengawasan dan bimbingan dari BMT kepada mitra.

  1. System penghimpunan dana dan pembiayaan yang antar jemput yang tidak dimiliki bank atau BPRS (system jemput bola yang merupakan pelayanan ekstra pada mitra).

Dengan pelayanan ini mitra merasa dibimbing, system jemput dana tabungan atau angsuran ini juga dapat mengurangi kelalaian mitra seperti telat bayar atau menunggak karena pihak BMT dapat selalu melihat perkembangan mitra setiap bulannya.

TANTANGAN( T )

  1. Banyak saingan dari bank – bank dan BPRS yang memiliki mangsa pasar yang sama
  2. Modal tidak lebih banyak dari bank – bank dan BPRS
  3. Biaya tekhnologi cukup mahal sehingga belum bisa berekspansi maksimal dan mengembangkan system lain selain system informasi akuntansi yang sekarang telah digunakan BMT.

Usaha dalam Memaksimalkan Kekuatan ( S – O )

  1. Terus meningkatkan layanan BMT
  2. Menjalin hubungan baik dengan mitra
  3. Menjaga kerjasama yang baik terhadap bank – bank syariah dan BPRS yang telah bekerja sama
  4. Terus berusaha amanah dalam segala perbuatan
  5. Membuat suasana dalam gedung BMT nyaman

Usaha dalam Meminimalisir Kelemahan ( W – O )

  1. SDM di BMT diusahakan untuk sering diikutsertakan pada pelatihan yang diadakan oleh bank syariah ataupun universitas
  2. Bimbingan pada mitra walaupun belum dilakukan secara kontinyu

Kekuatan Untuk Menghadapi Tantangan ( S-T)

  1. Kedekatan lokasi BMT dengan pasar membuat peluang bersaing merebut mitra lebih besar disbanding BMT yang lokasinya lebih jauh dari pasar.
  2. Dengan kerjasama yang dilakukan BMT dengan BANK dan BPRS bisa dikembangkan untuk pertambahan modal usaha.
  3. Kepengurusan amanah harus terus dijaga agar dapat menjadi salah satu karakteristi BMT untuk dapat bersaing dengan lembaga keuangan lain.

Kelemahan untuk Menghadapi Tantangan ( W – T )

  1. Terus berusaha member pemahaman syariah kepada mitra agar tercipta suatu tujuan bisnis yang sepaham.
  2. Terus member pelatihan atau training tentang operasional BMT da pengetahuan mengetahui tranksasi syariah kepada SDM BMT agar dapat bersaing dengan lembaga keuangan syariah lain yang sejenis atau lebih besar.
  3. Memaksimalkan dana yang ada dalam pembiayaan. Walaupun dengan modal minim, asal kontinyu dan terarah, akan tetap bisa mendapat pasar tersendiri untuk menjangkau mitra.
About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s