Zakat dan Wkaf Negara Sudan

  1.  Republic of Sudan

 

Sudan adalah negara negara muslim yang terletak di Afrika bagian utara dan merupakan negara terluas di Afrika dan Arab. Kepemerintahan Sudan berbentuk republik. Berdasarkan data PBB pada tahun 2007, Sudan memiliki penduduk sebanyak 39.000 jiwa. Sebagai negara berkembang, Sudan memiliki pendapatan perkapita sebesar US $ 2.552. Mata uangnya yaitu pound sudan (SDG). Mayoritas penduduk Sudan beragama Islam dengan bermazhab Maliki. Sudan pernah disorot oleh dunia internasional karena perang sipilnya yang menewaskan ratusan ribu rakyat Sudan.

Perekonomian Sudan ditopang oleh ekspor minyaknya. Untuk mencapai surplus dalam neraca perdagangannya Sudan juga sudah melakukan reformasi makroekonomi pada tahun 2007. Pertumbuhan ekonomipun meningkat dari 6,1 % pada tahun 2003 dan 7 % pada tahun 2005. Selain minyak, Sudan juga kaya dengan aneka sumber daya mineral seperti gas alam, emas, perak, krom, asbes, batu kawi, mika, seng, gips, timah, uranium, tembaga, tanah liat, kobalt, granit dan nikel. Selain sumber daya minyak dan mineralnya, Sudan juga memiliki sektor pertanian yang memperkerjakan sampai 80% angkatan kerja dan menyumbang PDB hingga 39%.

Konflik perang sipil telah membuat rakyat Sudan sengsara. Selain banyak warganya yang tewas, kerusakan pada infrastruktur Sudan juga lumayan besar. Setelah perang, Sudan mengupayakan pembangunan infrastruktur listrik, gas dan air yang telah selesai pada tahun 2008 lalu. Meski pernah dijatuhkan sanksi oleh Amerika namun Sudan dapat berkembang pesat dalam dekade terakhir, bahkan sekarang Sudan menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan terpesat didunia[1].

 

v ZAKAT

  1. A.   Sejarah Zakat di Sudan

Lembaga Zakat di Sudan baru beridiri pada tahun 1984 dan pengelolaan zakat dipisahkan dengan pajak pada tahun 1986. Lembaga zakat tekah diresmikan keindependent dan keadministratif strukturnya pada tahun 1990 ketika telah diundangkannya aturan mengenai zakat. Pada tahun 2001 orang – orang yang membayar zakat meningkat. Hukum menyatakan bahwa zakat juga diinvestasikan untuk kekayaan publi sehingga jumlah orang yang membayar zakat pun makin meningkat, hal ini membuat zakat dapat berpartisipasi mengurangi kemiskinan.

Awalnya, zakat hanya dibayarkan saja tanpa adanya sistem adiministrasi yang resmi dan jelas. Namun setelah itu mulai direncanakan bagaimana sistem administrasinya dengan menciptakan subadministrasi dan cabang yang mengontrol dan mensupervisi pengumpulan zakat dari berbagai sektor usaha di Sudan. Zakat Sudan terkumpul dari beberapa sektor, yaitu:

  1. Sektor Pertanian

Mayoritas masyarakat Sudan adalah petani. Menurut data tahun 1990, sejumlah 41,6% atau senilai 18 juta dinar dari total zakat terkumpul dari produk agrikultural dan pada tahun 2003 meningkat jumlahnya sebesar 7982,5 juta dinar. Ini berarti ada peningkatan sebesar 443 kali penghasilan zakat dari sector pertanian dalam 13 tahun.

  1. Sektor Peternakan

Sudan juga kaya akan peternakan dombanya. Namun begitu, hasil peternakan Sudan hanya menyumbang angka 7,4% dari total zakat. Pada tahun 1990, hanya 400 dinar terkumpul dari peternakan namun pada tahun 2003 meningkat jumlahnya sampai sesebsar 1425,4 dinar yang berarti ada peningkatan sebesar 3563 kali dalam 13 tahun terkahir. Sungguh ini menunjukkan perkembangan zakat yang sungguh pesat di Sudan. Walau zakat dari sektor ini sudah besar namun lembaga zakat tetap melalukan beberapa usaha untuk terus meningkatkan pengumpulan zakat dari sektor peternakan, diantara lain : menyuarakan atau menjelaskan kepada  para peternak untuk mengeluarkan zakat dari hasil peternakan mereka, menerangkan kepada siapa zakat didistribuksikan dan apa saja keuntungan dari zakat yang mereka keluarkan bagi negara agar pada peternak lebih bersemangat membayar zakat.

  1. Sektor Perdagangan

Pendapatan zakat terbesar kedua adalah dari sektor perdagangan dimana perdagagangan menyumbang 36,4% dari total zakat. Data pada tahun 1990 menunjukkan bahwa dari sektor perdagangan, besar zakatnya adalah 6,1 juta dinar dan pada tahun 2003 meningkat menjadi 6993,8 juta dinar. Ini berarti dalam 13 tahun terkahir, zakat dari perdagangan Sudan naik hingga 1140 kali.

 

  1. Pendapatan Pribadi Warga

Sektor pendapatan pribadi warga atau gaji menyumbang 10% dari total zakat. Pada tahun 1990 total zakat terkumpul sebesar 2,3 juta dinar tapi pada tahun 2003 meningkat sebesar 1.941 miliar dinar atau setara dengan 7.496.152 dolar. Berarti ada peningkatan sebesar 843 kali.

  1.  Zakat dari Warga Sudan yang Tinggal diluar Negeri

Warga Sudan yang tinggal diluar negeri tetap memiliki kewajiban untuk membayar zakat dinegara asalnya. Hal ini sesuai dengan UU Zakat pasal 14 ayat 1 huruf a :

“Zakat wajib atas warga Negara Sudan yang beragama Islam dan memiliki harta kekayaan wajib zakat baik berada di dalam negeri maupun sedang berada diluar negeri.”

Pasal 32 ayat 2 :

“harta kekayaan milik Negara Sudan yangs edang berada diluar negeri wajib dizakatkan sebagaimana harta yang ada di dalam negeri dan penjelasannya dimuat dalam petunjuk teknis.”

Pasal 4 ayat 1 huruf a :

wajib zakat atas setiap warga Negara non Sudan yang beragama Islam, berdomisili atau bekerja di Sudan dan memiliki harta wajib zakat selama negaranya sendiri belum mewajibkannya membayar zakat dan ia belum membayar zakat.”

Pasal 32 ayat 1 :

“apabila pemilik harta benda tidak berada didalam negeri saat jatuh tempo pembayaran maka pembayaran bisa dilakukan oleh penanggung jawab harta benda tersebut atau orang yang secara syar’I bisa mewakilinya.”

Tidak ada perbedaan antara ketidakhadiran pemilik harta benda dalam waktu tertentu atau tidak hadir untuk selamanya karena kematian contohnya.

Pasal 32 ayat 2 :

ketika pemilik harta wajib zakat meninggal dunia maka zakat diambil dari harta tinggalannya aspabila ia meninggalkan wasiat tentang hal tersebut.”[2]

  1. Zakat dari Pekerjaan Profesional

Sektor ini menyumbang zakat sebesar 0,6% dari total zakat. Pada tahun 1990 terkumpu; 40.000 dinar dan pada tahun 2003 meningkat sebesar 108,5 juta dinar atau setara dengan 417.000 dolar. Jumlah ini meningkat 2700 kali. Pekerjaan yang ternasuk sektor ini adalah dokter, pengacara dan lainnya.

 

Selain itu, perjalanan UU Zakat juga mengalami beberapa tahapan sampai sekarang ini yaitu :

  1. Marhalah Pertama: Rumah Zakat, yaitu pada 1400 H/1980 M dengan tujuan melegalkan kewajiban zakat, namun sifatnya suka rela atau kesadaran dan penerapannya baru di Khartoum (Ibu Kota) saja.
  2.  Marhalah Kedua: Dewan Zakat dan Pajak, yaitu pada 1405-1406 H/1984-1985 M beriring dengan telah resminya penerapan syariat Islam di Sudan (September 1983) dan yang pertama semenjak runtuhnya pemerintahan al Mahdi, maka pada marhalah ini jibayah zakat wajib bagi umat muslim dan bukan sekedar sukarela.
  3. Marhalah Ketiga: Dewan Zakat (1986-1989). Pada marhalah ini zakat semakin dirasakan perannya. Dan ternyata dilapangan ada ketimpangan antara zakat dan pajak, karenanya ditetapkan, bahwa zakat khusus bagi muslimin yang diserahkan pada Dewan Zakat. Adapun pajak buat non muslim dan dibayar ke negara. Maka pada marhalah ini menjadi tonggak utama hakikat UU zakat yang ideal dalam realitas sosial.
  4. Marhalah Keempat : UU Zakat tahun 1990. Yang terpenting pada marhalah ini diantaranya; kewajiban zakat terhadap semua harta, menerima zakat atau hibah dari luar Sudan dan ditetapkannya sanksi bagi yang enggan membayar zakat. Sehingga pada marhalah ini penerapan zakat di Sudan memiliki karakter tersendiri.
  5. Marhalah Kelima : UU Zakat tahun 2001. Walau UU zakat yang ada terbilang ideal, tetap saja ada kurangnya. Marhalah ini merupakan analisa lapangan penerapan UU Zakat di Sudan dari 1990 hingga 2000. Karenanya yang menjadi pedoman ialah kendala dan hambatan di lapangan dalam penerapan UU Zakat sepanjang sepuluh tahun. 

Demikianlah perjalanan UU Zakat di Sudan hingga saat ini yang telah mengalami penyempurnaan berulang kali, kedepan akan semakin banyak hal-hal baru yang ditemui di lapangan dan memerlukan ijtihad para ulama dalam berbagai disiplin ilmu.

  1. B.   Pendistribusian Zakat di Sudan

Zakat didistribusikan seperti yang Al-Quran perintahkan kepada 8 golongan yang berhak menerima zakat yang mana masing – masing menerima 12,5% (1/8 bagian) dari total zakat. Namun dikarenakan kenaikan angka kemiskinan, diputuskan untuk didistribusikan sebagai berikut :

  1. Orang  Miskin dan Membutuhkan      61%

Porsi zakat untuk orang miskin dan membutuhkan merupakan yang paling tinggi yaitu sebesar 61% dimana hal ini diberikan dalam bentuk tunai dan fasilitas – fasilitas umum agar rakyat Sudan yang miskin tetap dapat hidup layak.

  1. Orang yang berhutang                                    6%

Zakat ini digunakan untuk menolong para petani miskin yang berhutang demi mengelola pertanian mereka. Pada tahun 1990 dana yang dihabiskan sebesar 600.000 dinar dan pada tahun 2003 meningkat sebesar 123.3 juta dinar.

  1. Musafir                                                0,5%

Pada tahun 1990 sebesar 300.000 dinar didistribusikan untuk musafir dan pada tahun 2003 sebesar 114 juta dinar. Ini menolong orang – orang Sudan kembali ke negaranya yang berada di Yaman, Irak, Syria dan Libanon.

  1. Jihad Fisabilillah                                 8,5%

Para pejihat di jalan Allah termasuk pelajar yang kekurangan dana untuk membiayai pendidikannya mendapat porsi zakat sebesar 8,5%.

  1. Amil Zakat                                          14,5%

Gaji para amil diambil dari porsi zakat untuk amil yaitu sebesar 14,5%. Jadi bukan pemerintah yang menggaji para amil di Dewan Zakat.

  1. Biaya Administrasi                             7,5%

Dalam pelaksanaannya zakat dilakukan dengan administrasi dan pencatatan yang rapi sehingga diperlukan biaya administrasi. Dana tersebut juga diambil dari zakat yaitu sebesar 7,5%.

  1. Hamba Sahaya                                    2%

Porsi zakat untuk hamba sahaya hanya 2% dikarenakan pada jaman sekarang sudah sangat jarang ada hamba sahaya.

 

Tabel Pengeluaran Zakat dari tahun 1999 – 2003[3]

Channel

1999

2000

2001

2002

2003

Poor and Needy

249.3

545.67

642.9

760.42

9662.4

Wayfarer

94.3

141.9

144.9

107.8

114

Indebted

165.8

140.5

516.6

709.8

723.2

Preaching

252.75

208.78

191.67

399.8

393.3

 

 

Pada tahun 1990 total zalat yang terdistribusi adalah sebesar 7,2 juta dinar sedangkan pada tahun 2003 meningkat sebesar 200 kali atau sebesar 16,1 juta dinar.

Sudan juga mendistribusikan zakat dibidang pengembangan social yang mana tujuannya adalah membantu masyarakat yang miskin agar dapat hidup yang lebih baik. Proyek – proyek social tersebut antara lain :

Lembaga zakat juga mengontribusikan zakat untuk proyek pengembangan sosial. Pada 2003, dana sosial dari zakat dikeluarkan sebanyak 4,9 miliar dinars yang dihabiskan untuk :

  1. Kesehatan

Rumah sakit pemerintah biasanya dikunjungi oleh orang – orang miskin. Jadi lembaga zakat menolong mereka dengan membeli peralatan dan obat. Rumah sakit tersebut diantara lain: RS Radio terapy, Ibnu Sina, RS Anak Gawat Darurat, RS Omdurnal, Pusat Renal, RS Abu Anga, Sudan centre for heart dan lainnya. Selain itu 35 apotik juga diresmikan untuk mempersiapkan obat – obatan gratis bagi masyarakat tidak mampu.

  1. Air

Lembaga zakat juga mengalokasina dana akat untuk proyek sosial dengan membuat saluran air dan irigasi untuk menolong keluarga miskin. Mengingat iklim di Sudan yang tergolong panas dan persentase air disana hanya sebesar 5%, maka proyek ini diharapkan dapat membantu masyarakat miskin untuk tetap mendapat pasokan air yang cukup untuk hidup sehari-hari.

  1. Pendidikan

Sadar akan pentingnya pendidikan, lembaga zakat juga menyalurkan dana sosial zakat untuk pendidikan sebesar 2456 juta dinar atau setara dengan 9,4 juta dolar. Dana ini digunakan untuk sekolah, seragam, alat tulis dan buku teks untuk belajar.

  1. Agrikultur

Dalam bidang agrikultur lembaga zakat mengadakan rehabilitasi lahan dengan memperkenalkan perlakuan ilmiah untuk dalam tanam – menanam di  lahan – lahan orang miskin. Sekitar 81 traktor digunakan untuk membantu pekerjaan ini.

  1. Para Yatim dan Kaum Dhuafa

Oleh lembaga zakat, dana zakat juga didistribusikan untuk para yatim dan kaum dhuafa dengan mendirikan rumah untuk mereka tinggal.  Sekitar 500 rumah dibangun dengan total dana sebesar 1376 dinars.

  1. Asuransi Kesehatan

Disamping subsidi untuk rumah sakit dan pasiennya, lembaga zakat juga menyediakan pelayanan asuransi kesehatan. Sebanyak 45132 keluarga berada dalam perlindungan asuransi dengan total pengeluarab 163,1 juta dinar.

Sebagai referensi, ada sumber yang mengatakan bahwa dalam pelaksanaan distribusi zakat, Dewan Zakat juga turut bekerja sama dengan Departemen Keuangan dan Perencanaan Ekonomi Nasional.

 

  1. C.   Keistimewaan Zakat di Sudan
  2. Penanganan zakat ditangani oleh pemerintah

Persoalan zakat di Sudan ditangani langsung oleh pemerintah. Hal ini ditunjukkan dengan adanya UU mengenai zakat yang poin – poinnya antara lain adalah kewajiban menunaikan zakat bagi penduduk muslim di Sudan dan pengaturan pengelolaan zakat di lakukan oleh lembaga zakat yang bernama Dewan Zakat sebagaimana tercantum dalam pasal 5 ayat 3.

  1. Dewan zakat merupakan lembaga independen

Dewan zakat yang terdapat dalam UU zakat merupakan lembaga independen, namun secara struktural bertanggungjawab langsung kepada presiden dibawah pimpinan direktorat jendral (Dirjen Dewan Zakat). Mengenai independensi Dewan Zakat tercantum dalam UU zakat pasal 4 ayat 1. Dewan Zakat mempunyai wewenang penuh dalam menangani perzakatan, baik itu pemungutan (ketentuan kadar zakat, slip atau formulir pembayaran dll), pengelolaan (ketentuan para karyawan/amilin yang profesional) dan pendistribusiaan (persentase kadar zakat yang berhak diterima para mustahiq).

  1. Menerapkan system Federal

Dewan zakat di Sudan menggunakan system Federal dimana setiap wilayah, Negara bagian atau provinsi di Sudan memiliki masing – masing kantor perwakilan zakat. Zakat yang berhadil dihimpun disetiap wilayah tertentu tidak disetorkan ke pusat, namun dikelola dan didistribusikan diwilayah tersebut. Apabila wilayah tersebut telah tercukupi kebutuhannya maka jika ada kelebihan zakat akan disalurkan ke wilayah lain yang membutuhkan. Jika dilihat sistem ini bisa juga dikatakan sebagai sistem desentralisasi.

  1. Memiliki pandangan Fiqih yangLuas dan Luwes

Seperti yang kita ketahui, mayoritas masyarakat Sudan bermazhab Maliki. Namun dalam pelaksanaan zakat, UU Zakat tidak mengambil salah satu mazhab tertentu saja, namun mengambil pendapat yang mewajibkan zakat terhadap seluruh harta. Hal ini demi tujuan amat mulia, yaitu untuk kemaslahatan dan kesehjateraan para fakir miskin. Dewan zakat menetapkan penarikan zakat tidak terbatas pada enam jenis harta saja seperti emas dan perak, pertanian dan perkebunan, niaga dan perdagangan, barang tambang dan barang temuan. Namun seiring perkembangan zaman, harta seperti cek, saham, giro serta pendapatan profesi juga termasuk sumber yang harus dikeluarkan zakatnya.

  1. Persentase kadar zakat untuk mustahiq

UU zakat di Sudan menetapkan persentase kadar zakat yang diterima para mustahiq, hal ini diambil dari pendapat jumhur ulama fiqih. Juga untuk mewujudkan tujuan zakat, yaitu jaminan sosial, terkhusus bagi fakir dan miskin. Karenanya fakir dan miskin merupakan prioritas utama dalam pembagian zakat. UU zakat Sudan menentukan persentase kadar zakat sebagai berikut : Orang  Miskin dan Membutuhkan 61%, Orang yang berhutang 6% , Musafir 0,5% , Jihad Fisabilillah 8,5%, Amil Zakat 14,5%, Biaya Administrasi 7,5%, Hamba Sahaya 2% .

  1. Terdapat High Institute of Zakat Sciences

Demi menopang penerapan UU zakat, Sudan mempunyai lembaga pendidikan khusus perzakatan. Lembaga ini dibiayai sepenuhnya oleh Dewan Zakat. Satu-satunya institut zakat di dunia Islam. Berdiri tahun 1998 dengan nama High Institute of Zakat Sciences dengan jenjang akademis setara dengan universitas lain. Selain itu institut juga mengadakan training-training secara berkala setiap 3 bulan sekali atau disesuaikan dengan peminat dan kebutuhan. Mahasiswanya dididik dan dikader sehingga pada saatnya bekerja di Dewan Zakat. Institut ini juga menjadi pusat kajian-kajian zakat, menerbitkan berbagai buku, jurnal atau hasil penelitian lainnya. Aktif pula mengikuti seminar atau muktamar internasional, seperti di Kwait. Sehingga dengan adanya lembaga ini Sudan pada 17-20 Sya?ban 1422 H/2-6 November 2001 M dipercaya menjadi penyelenggara Muktamar Zakat Internasional ke-2 yang dihadiri para ulama penjuru dunia[4].

  1. Walaupun terdapat Dewan Zakat namun masyarakat diperbolehkan tidak menyalurkan

zakatnya lewat Dewan Zakat dengan porsi sebesar 20%. Selebihnya 80% dari zakat yang dikeluarkan harus melalui Dewan Zakat.

  1. Zakat wajib sifatnya untuk orang Muslim

Dalam UU zakat disebutkan bahwa zakat adalah wajib buka sukarela. Barangsiapa yang tidak membayar zakat, menolak atau menghidari pembayaran zakat akan dikenakan sanksi dengan denda maksimal dua kali lipat zakat yang harus ditunaikan apabila semua bentuk penolakan dilakukan sengaja dan melawan hukum, sedangkan hukuman satu tahun bagi yang menolak dengan sengaja pengisian barang yang dilakukan oleh Dewan Zakat kepada si Muzaki.

 

v WAKAF

  1. D.   Sejarah Wakaf di Sudan

Sama seperti zakat, sejarah sebelum dibentuknya lembaga wakaf adalah dikarenakan sadarnya pemerintah mengenai potensi wakaf untuk turut membantu membangun negara sehingga dibuatlah lembaga yang mengurusi penerimaan dan pengelolaan wakaf dengan tujuan pelaksanaan wakaf terorganisir. Lembaga wakaf juga mengalami beberapa reformasi guna terus meningkatkan kualitas lembaga wakaf.

  1. E.   Reorganisasi Lembaga Wakaf

Lembaga wakaf Haiat al-waqf al-Islamii Sudan secara singkat penerapan wakaf di Sudan terlaksana melalui dua tahap, yaitu :

  1. Tahap pertama

Tahapan ini di mulai dengan reorganisasi ulang lembaga wakaf dengan namahaiat al- waqf al- islamy. Adapun tujuan dari reorganisasi ini adalah Haiatagar bisa lebih leluasa mengelola harta wakaf tanpa ada campur tangan pemerintah. Pada prakteknya, Haiat al-waqf al-Islami mempunyai dua posisi, pertama : Sebagai nadzir, hal ini bisa terjadi ketika di temukan wakafmajhul yaitu harta–harta wakaf yang tidak diktahui sertifikat-sertifikatnya dan tidak pula tujuanya juga harta-harta wakaf baru yang di mobilisasi. Seorang nadzir disini ditunjuk oleh hakim. Sebaliknya harta-harta wakaf yang nadzirnya masih ada, maka fungsi haiat di sini hanya sebagai pengawas saja.

  1. Tahapan kedua

Tahapan ini di mulai pada penghujung tahun 1991 dengan di susunnya undang-undang pemerintah yang memberikan otoritas penuh kepada haiat untuk memanfaatkan dan memperdayakan harta wakaf yang di sediakan oleh pemerintah ke berbagai proyek investasi untuk kesejahteraan umat. Secara umum, pelaksanan lembaga wakaf di sudan memiliki dua aktifitas penting yaitu:

1.Mobilisasi harta wakaf (penghimpunan wakaf).

2.Pendayagunaan dan investasi harta wakaf (pemroduktifan wakaf).

  1. F.    Manejemen penghimpunan Haiat al-waqf al-Islamy Sudan

Dalam rangka meningkatkan kwalitas pengelolaan wakaf secara optimal, Lembaga wakaf Sudan malakukan evaluasi dan perbaikan struktur organisasi wakaf, juga mengadakan study kelayakan ke beberapa lembaga wakaf yang dianggap berhasil serta menghadirkan produk-produk yang berkwalitas dan di invsetasikan ke perusahaan-perusahaan. Dengan demikian di harapkan mampu memenuhi kebutuhan pengembangan social masyarakat. Diantara cara yang di lakukan Sudan dalam meghimpun dana wakaf adalah mengajak kepada para donator agar menginvestasikan harta ke lembaga-lembaga wakaf yang ada, yang nantinya akan di gunakan untuk pembangunan proyek. Dari hasil proyek tersebut akan di alokasikan untuk pemberdayaan umat dan untuk kemaslahatan umum.

Secara umum arah pendayagunaan dan tujuan lembaga wakaf haiat al-waqf al-Islami di sudan bisa di singkronkan ke hal-hal sebagai berikut:

  1. Pemberian beasiswa dan asrama kepada pelajar

Dalam pelaksanaan proyek ini, haiat al-Waqf al-islami mengadakan koordinasi dengan Shunduq al-Qoumi al-Thullab (dana beasiswa nasional) Sudan.

  1. Pembangunan rumah sakit dan apotik

Proyek dilakukan kerja sama dengan Diwan zakat. Diwan zakat yang menyediakan obat-obatan (Diwan zakat adalah satu-satunya lembaga amil zakat sudan yang resmi dan independen, ia dibawah pengawasan kementrian Pencanangan Pembangunan nasional).

  1. Penyediaan asrama haji.
  2. Pendirian percetakan, hususnya percetakan al-quran.
  3.  Mendirikan pasar yang berskala besar.

Pemerintah Sudan berhasil mendirikan pasar-pasar perdagangan yang terebar di beberapa kota di sudan dinataranya di khurtum.

  1. Wakaf Corporation Sudan: parastatal otonom bertanggung jawab kepada Menteri Perencanaan Sosial[5].

 

  1. G.  Perkembangan Model Wakaf di Sudan

Selain wakaf dalam bentuk tanah atau property, Sudan juga menjalankan wakaf uang. Sejak 1987, Sudan membenahi manejemen wakafnya dengan membentuk Badan Wakaf yang Memiliki kewenangan yang lebih luas termasuk dalam aspek pengelolaan wakaf uang. Sejarah telah menunjukkan bahwa berkat wakaf uang, Universitas Al-Azhar, Universitas Zaituniyyah di Tunis, serta Madaris Imam Lisesi di Turki mampu bertahan hingga kini meski mereka tak berorientasi pada keuntungan[6].  Badan wakaf juga menurus wakaf yang tidak terdapat akte dan syarat – syarat waqifnya. Pembaharuan juga dilakukan pada system pengaturan pada program wakaf dan system pengaturan pada manajemen dan investasi harta wakaf yang ada[7].

           

  1. H.  Perkembangan manajemen Wakaf Sudan

Dalam melakukan tugas – tugasnya untuk menggalakkan berdirinya wakaf baru, badan wakaf di Sudan menggunakan cara dengan membentuk kerangka pengaturan dan melakukan survey, serta membuat program produksi dan investasi bagi proyek – proyek wakaf yang dapat memenuhi sebagian kebutuhan masyarakat dan pembangunan umum, kemudian menghimbau kepada para dermawan dari semua kalangan masyarakat untuk mewakafkan hartanya melalui channel dari proyek wakaf produktif dengan syarat – syaratwakaf yang diajukan oleh badan wakaf untuk setiap jenis proyek wakaf. Dengan demikian, badan wakaf di Sudan telah mempelopori gerakan berdirinya berbagai proyek wakaf, sebagian khusus untuk social terbatas, dan sebagian lagi bersifat umum untuk semua tujuan wakaf secara  bersama – sama.

Diantara proyek wakaf khusus ini misalnya, proyek wakaf untuk para pelajar, dimana badan wakaf di Sudan melakukan penggalangan dana wakaf dari para dermawan untuk membangun asrama mahasiswa yang dekat dengan kampus. Pelaksanaan proyek ini terlaksana atas kerjasama dengan lembaga dana social untuk pelakjar di Sudan. Adapun tanah untuk asrama ini didapat dari pemberian pemerintah. Setelah itu pengurus proyek wakaf membangun asrama tersebut dengan dana wakaf dari para dermawan yang memberi sumbangan berupa syarat – syarat khusus yang ditawarkan kepada mereka. Jadi pada praktiknya ini menyerupai cara penggalangan dana dari public melalui penjualan quota produksi, saham dan obligasi wakaf, dimana pengurus proyek membuat profil proyek yang ditawarkan kepada public.

Contoh lain dari proyek wakaf khusus ini misalnya proyek wakaf pembinaan kesehatan yang bertujuan membangun rumah sakit dipinggiran kota atau di desa – desa Sudan. Demikian juga proyek pemondokan asrama jahi yang  bertujuan mengakomodasi jamaah haji yang datang dari berbagai penjuru kota dan desa di Sudan dalam rangka menuju ke Mekkah dan menjadi ke tempat tinggal sementara hingga mereka telah menyelesaikan semua prosedur perjalananannya. Di samping itu juga ada proyek parmasi pedesaan yang bertujuan membangun proyek parmasi pedesaan dengan cara member obat bagi orang – orang miskin dengan harga yang sangat murah.

Selain itu terdapat proyek yang lainnya seperti percetakan untuk dimana pengurus proyek menyediakan bangunan, mesin dan alat percetakan yang tujuannya adalah mencetak Al-Quran dan terjemahannya ke dalam berbagai bahasa yang banyak dipergunakan di Afrika.

Contoh lain dari wakaf umum ini juga, misalnya proyek wakaf yang disebut lembaga Dana Sosial yang bertujuan menggalang dana wakaf umum untuk diinvestasikan pada pasar uang dan pasar property dan menyalurkan hasilnya untuk berbagai tujuan kebaikan sesuai dengan yang ditentukan oleh badan wakaf umum dalam program tahunannya dan anggaran tahunannya[8].

 

DAFTAR PUSTAKA

Miftah, Kindy, Dampak Instrumen Dana Zakat Negara – negara Muslim terhadap Perekonomiannya, FE UI, 2007.

Jurnaf Of Republic Of Sudan : The Chamber of Zakat

Website Rumah Zakat : http://www.rumahzakat.org/?p=page&ins=7&pid=5957

Artikel Perkembangan Wakaf di Sudan : www.google.com/perkembangan-zakat-di-sudan

Gozali J. Sudirjo, Lc, Karakteristik Zakat di Sudan, http://www.rumahzakat.org/?c=content&ins=17&pid=1266

Mundzir Qahf, Manajemen Wakaf Produktif, Khalifa, Jakarta, 2005.

Aflah, Kuntaro, Zakat dan Peran Negara, FOZ, 2006.


[1]  Miftah, Kindy, Dampak Instrumen Dana Zakat Negara – negara Muslim terhadap Perekonomiannya, FE UI, 2007

[2] Peran zaqkat dan Negara, Kuntaro Aflah, hal. 37-38

[3] Chamber of Zakat The Republic of Sudan

[4]  H. Gozali J. Sudirjo, Lc, Karakteristik Zakat di Sudan,http://www.rumahzakat.org/?c=content&ins=17&pid=1266

 

[5] English Publications Waqf Chapter 5 www.isesco.org.ma/english/publications/WAQF/chap5.php

[6] Artikel “WAKAF UANG UNTUK KESEJAHTERAAN UMAT” Oleh: Muhyar Fanani http://sulhanihermawan.files.wordpress.com/2011/09/wakaf-uang-untuk-kesejahteraan-umat.pdf 

[7] Artikel Pengalaman dan Penerapan Wakaf Tunai

[8] Mundzir Qahf, Manajemen Wakaf Produktif, Khalifa, 2005, hal. 307 Bab XXI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s