Sejarah Syiah

 Sejarah Syi’ah
Syi’ah sudah muncul pada jaman Bani Umayyah yaitu sekitar tahun 41 H s/d 132 H atau 661 M s/d 750 M. Hal ini disebabkan oleh adanya kontroversi politik dan ideologis antara Bani Umayyah dan pengikut Ali bin Abi Thalib . Namun syi’ah baru terbentuk pada masa Dinasti Abbasiyah yaitu sekitar tahun 132 H s/d 656 H atau 750 M s/d 1258 M . Namun ada juga sumber yang mengatakan bahwa syi’ah sudah muncul pada masa pemerintahan Ustman bin Affan dan tumbuh pesat pada masa Ali bin Abi thalib.

 Masalah Ushuul atau Tarekat
1. Rukun Islam mereka berbeda
• Sholah
• Shaum
• Zakat
• Haji
• Wilayah
2. Rukun Iman mereka ada 5
• At-Tauhid
• An-Nubuwah
• Imamah
• Al-Adl
• Al-Ma’ad
3. Syahadat
Syahadat mereka menjadi 3 yaitu dengan ditambahkannya pengakuan terhadap 12 imam mereka .
4. Tiga Khalifah sebelum Ali bin Abi Thalib tidak diakui dan dianggap tidak sah oleh mereka .
5. Al-Quran mereka berbeda dengan kita . Kalaupun sama akan sangat berbeda penafsiran , hal ini disebabkan karena mereka percaya bahwa Al-Qur’an yang sekarang tidak orisinil, banyak ayat tentang pendukungan Ali dihapus oleh sahabat-sahabat setelah nabi wafat .
6. Mereka memasukkan Raj’ah menjadi suatu aqidah, sedangkan kita tidak . Raj’ah adalah ajaran yang menceritakan tentang akhir jaman, salah satunya adalah syiah meyakini bahwa saat keluarnya Imam Al-Mahdi, Ali bin Abi Thalib akan hidup kembali.

 Ayat – Ayat tentang Syi’ah

Menurut syi’ah para Imam adalah pemelihara syariat, oleh karenya mereka beranggapan bahwa imam itu ma’shum seperti nabi, namun lawan – lawan mereka menolaknya dengan beralasan bahwa imam itu bukan pemelihara syariah tapi pelaksana syariah . Adapun pemelihara syariah ialah para ulama seperti difirmankan dalam surat Ali Imran ayat 79 :
           ••                 

79. tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, Hikmah dan kenabian, lalu Dia berkata kepada manusia: “Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah.” akan tetapi (dia berkata): “Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani[208], karena kamu selalu mengajarkan Al kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.
[208] Rabbani ialah orang yang sempurna ilmu dan takwanya kepada Allah s.w.t.

Syiah juga meyakini bahwa Ali bin Abi Thalib akan hudup kembali, hal ini berkaitan dengan raj’ah, sedangkan kita tidak ada ajaran raj’ah . Kaum syiah meyakini hal tersebut dengan dasar dalil ayat Al-Qur’an surat An-Naml ayat 82 :
          • ••     

82. dan apabila Perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa Sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami[1108].

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s