Sekilas tentang Asuransi Syariah

B. Teori
1. Prinsip-prinsip asuransi syariah adalah:
• Sesama muslim saling bertanggung jawab. Kehidupan sesama muslim terikat dalam suatu kaidah yang sama dalam menegakkan nilai-nilai islam.
• Sesama muslim saling bekerja sama dan saling bantu-membantu. Ia merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem kehidupan bermasyarakat. Hal ini diterangkan dalam surat At-taubah ayat 71.

2. Ketentuan operasi asuransi syariah:
• Akad
Kejelasan akad dalam praktek muamalah merupakan prinsip karena akan menentukan sah atau tidaknya secara syariah. Akad harus jelas maksud dan tujuannya.
• Gharar
Pada asuransi konvensional ada unsur ghararnya karena tidak ada kejelasan sesuatu yang diakadkan,kita tidak mengetahui beberapa yang akan dibayarkan, berapa lama kita harus membayar (karena kita tidak tahu kapan kita akan meninggal). Dalam asuransi syariah hal ini tidak diperkenankan.
• Tabarru
Akad yang digunakan dalam asuransi syariah adalah akad tabarru yang artinya tolong menolong, derma atau sumbangan. Dana tabarru akan digunakan untuk saling membantu satu sama lain sesama peserta takaful ketika mereka mendapat musibah.
• Asuransi syariah menghindari adanya ketidakjelasan informasi dalam transaksi tentang berbagai hal yang berhubungan engan produk yang dikonsumsinya atau yang disebut maysir.
• Asuransi syariah menghindari adanya ketidakadilan, kalau dalam asuransi konvensional menginvestasikan dananya dalam bentuk bunga yang cenderung melibatkan diri dalm riba, maka asuransi syariah tidak.
• Dalam asuransi konvensional ada dana hangus, dimana peserta yang tidak dapat melanjutkan pembayaran premi dan ingin mengundurkan diri sebelum masa reversing period maka dananya akan hangus. Demikian pula, asuransi non-tabungan atau asuransi kerugian jika habis masa kontrak dan tidak terjadi klaim maka premi yang dibayarkan akan hangus sekaligus dan menjadi milik pihak asuransi.
C. Impementasi
Berdasarkan yang saya tangkap dari penjelasan-penjelasan yang dikemukakan pihak asuransi tidak terdapat hal-hal yang menyimpang, akad yang digunakan sudah sesuai yaitu menggunakan akad tabarru yang juga dapat digunakan untuk kemaslahatan umat, jadi dana yang kita investasikan akan dipotong beberapa persen (sesuai ketentuan) sebagai dana untuk menolong sesama peserta takaful jika ada yang terkena musibah.
Insya Allah akan terhindar dari gharar dan maysir karena konsumen dibebaskan mempelajari ketentuan-ketentuan yang telah ada dan apabila telah setuju akan dipersilahkan menandatangani persetujuan pada lembar polis sebagai bentuk kesepakatan bersama. Jadi konsumen tahu pasti dia memakai produk apa, berapa yang harus konsumen bayarkan dan berapa lama konsumen harus membayar.
Investasi yang kita tanam juga sudah diurus zakat mal-nya oleh perusahaan, jadi harta kita bersih dan sudah dijalankan sesuai ketentuan islam yang mewajibkan berzakat.
Takaful memakai sistem bagi hasil dimana konsumen sebagai investor dan perusahaan sebagai pemegan amanat yang diberikan oleh konsumen berhak mendapat bagian keuntungan, hal ini tidak terjadi pada asuransi konvensional yang mana keuntungannya penuh milik perusahaan.

One thought on “Sekilas tentang Asuransi Syariah

  1. 1) Dalam asuransi konvensional ada dana hangus, dimana peserta yang tidak dapat melanjutkan pembayaran premi dan ingin mengundurkan diri sebelum masa reversing period maka dananya akan hangus.

    2) Demikian pula, asuransi non-tabungan atau asuransi kerugian jika habis masa kontrak dan tidak terjadi klaim maka premi yang dibayarkan akan hangus sekaligus dan menjadi milik pihak asuransi.

    Assalamualaikum. Utk 1 dan 2 , sebenarnya kaedah operasi insurans konvensional terkini adalah sama iaitu dana tidak hangus sama sekali.

    Saya kini bekerja sebagai konsultan Allianz insurans dan ssebelum saya sertai insurans ini, saya sepatutnya menjadi ejen insurans takaful. Sayajuga dimomokkan dgn haram insurans konvensional oleh bakal ketua saya di syarikat insurans takaful terkemuka. Tapi saya membuat research dan mengambil tahu secara mendalam produk insurans konvensional terkini melalui berbagai references termasuk dari mereka yang menjualnya. Maka saya berpuashati kerana telah faham akan kedua-duanya sekali dengan sendiri dan bukan hanya mendengar dari satu pihak saja. The rights to be heard (known) must be exercised too to make it fair at least for ourselves.

    Justeru saya ingin jemput saudari agar saudari tahu akan produk insurans konvensional. Bagi saya kita perlu tahu dan pelajari kaedah produk insurans konvensional sebelum memutuskan sesuatu sebabnya produk-produk ini sentiasa evolved mengikut masa dan keperluan pengguna serta perniagaan.

    Cik boleh hubungi saya untuk pertanyaan lanjut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s