SUMBER-SUMBER PENDAPATAN NEGARA ISLAM

SUMBER-SUMBER PENDAPATAN NEGARA ISLAM

No. JENIS DEFINISI DASAR HUKUM KETERANGAN
1. Zakat  Secara Bahasa Zakat berarti tumbuh, berkembang dan berkah atau dapat pula berarti membersihkan atau mensucikan
 Menurut istilah syara’, zakat berarti kewajiban atas harta atau kewajiban atas sejumlah harta tertentu untuk kelompok tertentu dalam waktu tertentu.
Artinya:
“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukulah bersama orang-orang yang ruku. “ (QS. 2:43) Zakat dialokasikan kepada 8 asnaf, yaitu:
 Orang fakir
 Orang miskin
 Pengurus-pengurus zakat
 Para mu’llaf
 Hamba yang disuruh menebus dirinya.
 Orang yang berhutang untuk jalan Allah
 Orang yang sedang dalam perjalanan
 Ibnu sabil
2. Kharaj Kharaj adalah hak kaum muslimin atas tanah yang ditakhlakukkan dari orang kafir, baik melalui peperangan maupun melalui jalan damai.
Artinya:
“(Juga) bagi para fuqara yang berhijrah yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridhaan-(Nya) dan mereka menolong Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar.” (QS. 59:8) Dibawah ini dijelaskan pepajakan tanah menurut Abu Yusuf, didalamnya meliputi status dan jenis pajak yang akan dikenakan, yaitu:
 Wilayah lain (luar Arabia) dibawah kekuasaan Islam, dibagi kedalam tiga bagian. (1) wilayah yang diperoleh melalui peperangan, (2) wilayah yang diperoleh melalui perjanjian damai dan (3) wilayah yang dimiliki oleh muslim di luar Arabia
 Wilayah yang berada dibawah perjanjian damai, dibagi menjadi dua kategori. (1) penduduknya yang kemudian masuk Islam, (2) mereka yang tidak memeluk Islam.

 Tanah yang ditakhlukkan dibagi kedalam dua kategori. (1) ketika penduduknya masuk Islam sebelum kekalahan maka tanah yang mereka miliki akan tetap menjadi milik mereka tetapi hanya menbayar ushr (2) jika Khalifah mempunyai kebijakan untuk membagikan tanah tersebut kepada para pejuang, maka tanah ini wajib membayar kharaj

3. Ghanimah Ghanimah adalah segala sesuatu yang dikuasai oleh kaum muslim dari harta orang kafir melalui peperangan
Artinya:
“Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan Ibnus-sabil, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) dihari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Penguasa segala sesuatu.”
(QS. 8:41) Dalam surat Al Anfal: 41. Allah SWT. Menentukan tata cara pembagian harta ghanimah dengan formulasi sebagai berikut :
 Seperlima bagian untuk Allah dan Rasul-Nya. Dialokasikan bagi kesejahteraan umum dan untuk para kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan para musafir.
 Empat perlima bagian lainnya dibagikan kepada para angggota pasukan yang terlibat dalam peperangan.
4. Jizyah  Secara Bahasa Jizyah berasal dari kata jaza yang berarti kompensasi
 Secara terminologi, Jizyah adalah kewajiban yang dibebankan kepada penduduk non muslim yang tinggal di Negara Ialam sebagai pengganti biaya pelindungan atas hidup, property dan kebebasan untuk menjalankan agama mereka.
Artinya:
“Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) pada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah Dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.” (QS. 9:29) Pada masa Rasulullah SAW, besarnya jizyah satu dinar per tahun untuk orang dewasa yang mampu membayarnya. Perempuan, anak-anak, orang tua dibebaskan dari kewajiban jizyah. Diantara ahli kitab yang harus membayar jizyah sejauh yang diketahui adalah Nashara Najran.

5. Usyr  Al-‘Usyr bentuk jamaknya ‘usyûr artinya sepersepuluh.
 usyr merupakan pungutan sepersepuluh dari harta yang diperdagangkan ketika seseorang melintasi perbatasan suatu Negara. Uqbah bin Amir menuturkan bahwa Nabi saw. pernah bersabda:

لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ صَاحِبُ مَكْسٍ

Tidak akan masuk surga orang yang memungut bea cukai.
(HR. Abu Dawud, Ahmad, al-Baihaqi, al-Hakim, Ibn Khuzaimah).
Tarif Usyr ditetapkan sesuai dengan status pedagang.
 Jika ia muslim maka ia akan dikenakan zakat perdagangan sebesar 2,5% dari total barang yang dibawanya.
 Jika ahl zimmah, dikenakan tarif sebesar 5%
 Jika kafir harbi, dikenakan tarif sebesar 10%.
6. Fay’ Fay’ adalah segala sesuatu yang dikuasai kaum muslim dari harta orang kafir tanpa peperangan, termasuk harta yang mengikutinya, yaitu kharaj tanah tersebut , jizyah perorangan dan usyr dari perdagangan.

Artinya:
Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya. (QS. 59:7) Harta fay’ dan semua harta yang mengikutinya seperti kharaj, jizyah, usyr merupakan harta yang boleh dimanfaatkan oleh kaum muslim dan disimpan dalam Baitu al-Mal. Semuanya termasuk kategori pajak dan merupakan sumber pendapatan tetap bagi Negara.
7. Khums Khums adalah seperlima bagian yang diambil dari
ghanimah
Artinya:
“Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan Ibnus-sabil, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) dihari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Penguasa segala sesuatu. (QS. 8:41) Setelah Rasulullah wafat, bagian Rasulullah dan kerabat Rasulullah saw dimasukkan ke dalam Baitul Mal, untuk digunakan bagi kemaslahatan kaum muslimin dan jihad fi sabilillah.
Objek khums adalah barang temuan dan barang tambang.

8. Wakaf  Secara bahasa wakaf berarti menahan, berhenti, atau diam.
 Secara istilah wakaf adalah penahanan hak milik atas materi benda untuk tujuan menyedekahkan manfaat atau faedahnya.
Artinya:
“kamu sekali-sekali tidahk sampai kepada kebajikan, sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai dan apa saja yang kamu nafkahkan. Maka sesungguhnya Allah maha mengetahui.” (QS. 3:92) Wakaf memiliki fungsi sosial yang besar yaitu, aset yang sangat bernilai dalam pembangunan. Peranannya dalam pemerataan kesejahteraan di kalangan umat dan penanggulangan kemiskinan merupakan salah satu sasaran wakaf.
9. Nawaib Nawaib adalah pajak yang cukup besar yang dibebankan pada kaum muslim yang kaya Nawaib ini ada dalam rangka menutupi pengeluaran negara selama masa darurat dan ini pernah terjadi pada perang tabuk.
10. Amwal Fadilah Amwal Fadilah adalah harta kaum muslimin yang meningal tanpa ahli waris atau muslim yang meninggalkan negerinya.

11. Sedekah Sedekah asal kata bahasa Arab shadaqoh yang berarti suatu pemberian yang diberikan oleh seorang muslim kepada orang lain secara spontan dan sukarela tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. Juga berarti suatu pemberian yang diberikan oleh seseorang sebagai kebajikan yang mengharap ridho Allah SWT dan pahala semata.
Artinya:
“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat maruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keredhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.”
(QS. 4:114) Golongan yang berhak menerima sedekah yang disebutkan di dalam ayat tersebut sebagai berikut:
 Kerabat (yang miskin)
 Anak yatim (yang fakir)
 Musafir
 Peminta-minta
 (biaya) untuk memerdekakan hamba sahaya.
12. Hima Hima adalah perlindungan, menurut Abu Ubaid adalah tempat dari tanah yang tidak berpendudukyang dilindungi kepala Negara untuk tempat mengembala hewan-hewan ternak Rasalulluh bersabda,
“orang muslim adalah saudara bagi muslim yang lainnya, yang memberi mereka keleluasaan air dan rumput.” Tanah Hima ini mendapat perlindungan dari Pemerintah namun dapat dimanfaatkan oleh seluruh umat hasil dari pada tanah itu seperti air, rumput dan tanaman.
13. Iqtha Iqtha adalah tanah yang diberikan oleh kepala Negara kepada seorang rakyatnya untuk menguasai sebidang tanah dengan mengabaikan yang lain. Dari Muhammad bin Ubaidillah as – Tsaqafi, beliau berkata, seseorang laki – laki Basrah dari bani Tsaqafi keluar, disebutkan orang tersebut Nafi Abu Abdillah. Ia berkata kepada Umar RA, “Sebelum kami memiliki tanah di Basrah yang tidak termasuk tanah Kaharaj dan tidak merugikan seseorang dari kaum muslimin. Jika engkau memandang perlu meng’iqthakan, maka aku lakukan, aku hanya mengambil satu petakan untuk kudaku saja, lalu Umar menulis surat kepada Abu Musa al- Asy’ari, jika tanah itu seperti yang diceritakan maka petakanlah baginya.” Mengenai status tanah ini, biasanya sebagai tanah usyr atau tanah kharaj. Abu Yusuf membaginya berdasarkan biaya irigasi. Penguasa akan menarik usyr, jika tanah itu diairi oleh buruh-buruh secara manual. Tetapi Negara akan mengenakan pajak kharaj, jika tanah itu diairi secara ilmiah. Iqta biasanya diberikan kepada mereka yang telah berjasa bagi kaum muslim dan Negara Islam.
14. Ihya al-Mawat  Al-Mawat ialah tanah yang mati, tandus, tidak terurus, tidak ada pemiliknya dan tidak dimanfaatkan.
 Ihya al-Mawat adalah membuka kembali lahan yang mati itu dengan membersihkannya, mengairi, mendirikan bangunan dan menanamkan kembali benih-benih kehidupan pada lahan tersebut. Menurut Abu Ubaid, bila tanah produk ihya al-mawat ini menghasilkan sesuatu dengan mengairi dan menanaminya, maka dikenakan zakat 1/10 untuk 8 mustahik zakat.
15. Misahah .Misahah adalah metode perhitungan kharaj yang didasarkan pada pengukuran tanah tanpa memperhitungkan tingkat kesuburan tanah, sistem irigasi dan jenis tanaman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s