Pare Part 2

Nggak kerasa, udah sebulan gw menapakkan kaki di Pare. Banyak banget pengalaman dan teman yang gw dapet. Untuk program pun, udah 3 program yang gw ambil, dua diantaranya udah mengalami fase perpisahan karena emang programnya yang berjalan selama dua minggu aja. Kali ini gw akan bercerita mengenai program-program yang gw ambil beserta reviewnya.

Program pertama yang gw ambil yaitu Pre-Toefl di Elfast. Gw dapet kelas C, kelas terakhir. Kelas C dibuka karena peminatnya yang emang banyak banget. Alhasil, 1 kelas di isi sekitar 40 orangan diiringi dengan kelas yang panas dan besarnya gak memadai. Super HUUUUFFFFFT banget deh.. Gw selalu kegerahan dan sibuk ngipasin diri aja dikelas. Hanya saja, seiring berjalannya waktu, seleksi alam pun terjadi berjalan, makin hari kelasnya makin sepi. Buat gw itu merupakan berkah buat yang tetep bertahan dan istiqomah dikelas, karena ruang untuk mereka makin luas. Karena kelas ini kelas Grammar atau yang cenderung serius, gak terlalu banyak interaksi yang terjalin diantara sesama member kelas. Paling kenal kanan ama kiri aja. Tapi setelah dua minggu berjalan, banyak yang berinisiatif mengumpulkan nomor hp dan disebar ke seluruh member. Pas perpisahan juga ada foto-foto dan kumpulnya. Seru dehhhhh… kenapa ya kita deket pas akhir-akhir.. Hffft lagi ahhh.. Ohya biaya Pre Toefl adalah sebesar Rp 175.000. Rekomendasi? Tidak. Untuk persiapan Toefl, gw lebih menyarankan Kresna aja deh. Tempatnya lebih adem dan jumlah muridnya juga gak semena-mena. Tempat belajar yang nyaman juga menentukan keberhasilan belajar *jempol*

Program kedua adalah Speak First di Daffodils. Ini seru sih, beda dengan kelas Grammar, kita dituntut kenal sama member kelas dan suasananya pun asik. Kelas cukup kondusif dengan jumlah peserta yang pas. Gw ngerasa fun banget disini. Walau materinya masih basic banget, tapi emang disini yang penting dituntut pede ngomong. Mottonya : SPEAK FIRST!! Speak Up directly without thinking much. Kita dituntut ngomong aja dulu, gak peduli grammarnya ancur.. Tutor gw namanya mr. Ipud. Orangnya asik kok. Ohya biaya untuk program ini Rp 125.000. Cukup mahal untuk dua minggu, tapi oke kok🙂

Program terakhir aka program ketiga adalah Reading di Kresna. Gw sangka gw akan terbantu dengan reading ini, tapi ternyata enggak. Karena mereka ngajarin buat toefl PBT, sedangkan gw perlu IBT. Ya walau konteksnya beda banget tapi gak apa sih, minimal vocab nambah. Disana belajarnya lumayan enak. Tutornya ngejelasinnya detil banget. kadang bosen, tapi bagus juga sih. Hmmm gw cuma ngeluarin Rp 65.000 buat program ini untuk 1 bulan. Murah ya? Iya dooonnngggg…

Awalnya gw galau mau lanjut apa enggak disini. Secara program yang gw mau sulit untuk terakomodir. Tapi akhirnya gw memutuskan untuk nambah dua minggu. Ambil Toefl IBT dan Academic Speaking, dua duanya di Elfast. Lagi. Walau gw ilfeel tapi harus gw coba. Gada pilihan lagi soalnya. Fighting !!!!!!!!!

Bersambung ke Pare Part 3………………..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s