Kualitas Pembiayaan

Kualitas Pembiayaan[1]

Pembiayaan menurut kualitasnya pada hakikatnya didasarkan atas risiko kemungkinan  terhadap  kondisi dan kepatuhan nasabah pembiayaan dalam memenuhi kewajiban-kewajiban untuk membayar bagi hasil  serta melunasi pembiayaannya. Jadi  unsur  utama  dalam menentukan kualitas pembiayaan adalah waktu pembayaran bagi hasil dan angsuran maupun pelunasan pokok pembiayaan dan diperinci atas:

  1. Pembiayaan lancar (Pass)

Pembiayaan yang dapat digolongkan lancer apabila memenuhi kriteria sebagai berikut:

1)   Pembiayaan angsuran pokok dan/atau bunga tepat waktu

2)   Memiliki mutasi rekening yang aktif

3)   Bagian dari pembiayaan yang dijamin dengan agunan tunai.

 

 

  1. Perhatian Khusus (Special Mention)

Pembiayaan yang digolongkan perhatian khusus apabila memenuhi kriteria sebagai berikut:

1)   Terdapat tunggakan angsuran pokok dan/atau bunga bagi hasil yang belum dapat melampaui sembilan puluh hari

2)   Kadang – kadang terjadi cerukan

3)   Mutasi rekening relatif aktif

4)   Jarang terjadi pelanggaran terhadap kontrak yang diperjanjikan

5)   Didukung oleh pinjaman baru

  1. Kurang Lancar (Substandart)

Pembiayaan yang digolongkan pembiayaan kurang lancar apabila memenuhi kriteria sebagai berikut:

1)   Terdapat tunggakan angsuran pokok dan/atau bunga bagi hasil

2)   Sering terjadi cerukan

3)   Frekuensi mutasi rekening relatif rendah

4)   Terjadi pelanggaran terhadap kontrak yang diperjanjikan lebih dari Sembilan puluh hari.

5)   Terdapat indikasimasalah keuangan yang dihadapi debitur.

6)   Dokumentasi pinjaman yang lemah

 

 

 

  1. Diragukan (Doubtful)

Pembiayaan yang digolongkan ke dalam pembiayaan diragukan apabila memenuhi kriteria sebagai berikut:

1)      Terdapat angsuran pokok dan/atau bunga

2)      Terjadi cerukan yang bersifat permanen

3)      Terjadi wanprestasi lebih dari 180 hari

4)      Terjadi kapitalisasi bunga

5)      Dokumentasi hukum yang lemah baik untuk perjanjian maupun pengikatan jaminan.

  1. Macet (Loss)

Pembiayaan yang digolongkan ke dalam pembiayaan macet apabila memenuhi kriteria sebagai berikut:

1)   Terdapat tunggakan angsuran pokok dan/atau bunga

2)   Kerugian operasional ditutup dengan pinjaman baru

3)   Dari segi hukum maupun kondisi pasar, jaminan tidak dapat dicairkan pada nilai wajar


[1] Veithzal Rivai dan Andia P Veithzal, Islamic Financial Managenent (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2008), h.33-37

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s