My 23rd on 24th ^.^

I am officially 23 years old! Subhanallah, sudah ga lagi bisa dibilang muda 🙂 Ini juga merupakan ulang tahun pertama di negeri orang. Rasanya? Ya sebenernya biasa aja.. Sebenernya udah dari beberapa tahun lalu udah nggak terlalu berminat lagi celebrate ulang tahun. Efeknya, kawan ulang tahun pun kadang acuh tak acuh. Tapi, lama-lama saya belajar bahwa sebenernya bukan celebration yang jadi esensinya, tapi perhatian ketika kepada momen yang mungkin orang anggap penting sebagai titik balik atau fase baru dalam kehidupan mereka. Sekedar ucapan tulus bisa membuat hati orang senang, bahkan untuk irang yang lama gak ketemu, ucapan ulang tahun bisa menjadi sebuah bentuk maintanance untuk tetap menjalin silaturahmi. At least, one day a year you say give someone greeting, right? Yah, walaupun gak cuma momen ulang tahun aja, masih banyak yang lain. Tapi ulang tahun kan personal, bukan seperti hari raya yang lebi kental sisi spiritualitasnya.

Alhasil, saya mulai giat mengucapkan selamat ulang tahun kepada keluarga dan teman walaupun gak terlalu dekat. Jika memungkinkan, saya juga akan berusaha memberikan hadiah atau sekedar kue sebagai bentuk apresiasi. Ohya, saya yang dulunya jg mengabaikan atau cuma meng-like ucapan selamat di media sosial, mulai membalasnya secara personal dan bukan copy paste, saya sebut namanya satu-satu untuk memberi sentuhan personal. Dan ternyata.. lebih menyenangkan yaaa..

Ohya, tanggal 24 April 2014 ini jatuh pada hari kamis. Kelas saya hari kamis kadang memberi punishment ke student yang gak ngerjain weekly assigmentnya. Ada satu brother yang harusnya bawa punishment berupa makanan atau minuman tapi dia gak datang. Jadi pas banget, saya sudah order pizza sebagai penggantinya. Awalnya, lecturer sangka itu selamatan tunangan, saya yang awalnya gak mau bilang saya ulang tahun akhirnya bilang juga. Daripada disangka tunangan, ntar yang naksir pada kecele lagi. Wakakakakka super pede yaaa -_-

Dan kita pun makan sambil ngobrol santai. What a moment. I love to share my happiness to them. Beberapa brother pun ngucapin selamat dan rasanya senang sekali.. Karena kita gak terlalu dekat.. Dan saya harap itu isa jadi moment untuk bisa lebih akrab. Untuk present, saya dapat dari 2 orang, 1 kawan akrab,1 lagi room mate. Lumayan, karena udah lama juga gak dapat present. Bahkan orang tua lebih suka ngasih mentahnya. Heheheheh.. Ini penampakan hadiahnya, airism from uniqlo, kaos dan parfum.

Image

 

Anyway, tau gak doa yang ngehits??? doa jodoh, suami yg baik dan segera menikah… huahahahhaha,, thousands aamiin for that, I expect to get married as soon as possible actually.. Well, wish me luck 🙂 I hope Allah make it fast.. Aaamiin ya Rabbal alamiin..

 

Advertisements

Curhatan Pemilu 2014

Meriahnya pesta demokrasi alias pemilu kali ini telah dilaksanakan. Dimulai dengan pileg (pemilu legislatif) yang dilaksanakan pada tanggal 9 April 2014. Bagi warga negara Indonesia yang berdomisili di luar negeri, bisa jadi melaksanakan lebih awal ataupun lebih lambat dari tanggal 9 April. Kebetulan saya sedang menempuh pendidikan di Kuala Lumpur, Malaysia. Pemilu disini dilaksanakan lebih awal, yaitu pada Minggu, 6 April 2014.

Jujur, saya pada awalnya gak terlalu antusias, karena yah seperti biasa, pileg itu calonnya bejubel tapi kebanyakan gak ada yang kenal. Ya piye? Gegara itu, akhirnya gak pake daftar. Ada yang mau daftarin tapi sayanya ya rada ogah-ogahan. Tapi menjelan hari H, saya memutuskan mencoba berpartisipasi. Alasannya karena banyak kemudahan yang ditawarkan, ada relawan dari PKS yang menyediakan akomodasi. Tinggal duduk dan sampai. Belum lagi, soal pengalaman, Kapan lagi nyoblos di luar negeri? Weekekekke.. Nah, semalam sebelumnya, browsing deh tentang calonnya. Akhirnya nemu juga yang dirasa, okelah untuk dipilih.

Esoknya, hari H, jam 12 siang ke mainstair kampus tempat kumpul yang mau naik bis bareng ke TPS. Kabarnya yang Non DPT atau Non Daftar pemilih tetap, masih berksempatan memilih dengan hanya menunjukkan passport sebagai identitas dan juga mengisi formulir yang telah disediakan. Tapi sampai lokasi, panitianya bilang boleh isi formulir tapi gak boleh keluar TPS sampai jam 5 sore. Saat itu jam 1 siang, dan 4 jam menunggu bukan pilihan yang kece. Akhirnya kita memutuskan untuk pulang dan kembali lagi menjelang pukul 5. Saya lagi PMS, bawannya emosi, ditambah belum makan, jadi aja memutuskan untuk gak balik lagi. Dan tau apa? baru banget napakin kaki turun dari bis, ada telepon kalau kita udah bisa milih saat itu juga, gak perlu nunggu. Yassalam… Gak gerti deh gimana informasi di kelola, padahal meetingnya sering. Masa yang begitu aja gak bisa diantisipasi. PJ nya kemana? Huh..

Yasudah, ego yang berkuasa hari itu membuat jariku tiada dihiasi tinta 😦

Image

 

Gak ada jari bertinta yang bisa dipamerin deh 😦 kwokwokwokwokw..