Menengoklah ke Belakang

Memiliki kelemotan dalam mencerna pelajaran membuat saya senang duduk dibarisan terdepan. Baik sih untuk pelajaran. Tapia da efek kurang baik dalam lingkup social.

Sebagai contoh, 2 skenario ini seringkali terjadi.

Scenario 1

Hai! Habis kelas apa?

Loh kan kita kelasnya sama.

Oh iya? Aduh kamu duduk dimana?

Di belakang, aku lihat kamu kok duduk di depan kan..

Iya…

Scenario 2

Hai! Kamu ambil kelas apa aja semester ini?

Macro, kamu juga kan? Sama blab la dan bla bla.. kita ada 2 kelas bersama.

Oh really? Aduh..

You got me right? Next time I will look around the class lah.

Advertisements

Hi! What is Your Name?

Introvert. Itulah karakter yang menunjukkan sebagian besar kepribadian saya. Pendiem, gak bisa nyapa orang duluan, cenderung malu-malu nanya kalau dikelas, kebanyakan mikir kalau mau berbuat, takut kalau ini itu terkesan sepele, lebih suka sendirian, lebih milih pura-pura gak lihat orang yang dikenal karena malu nyapa.

Huh. Saya suka merutuki diri sendiri karena banyaknya penyesalan yang datang akibat kelakuan saya itu. Ceritanya sih udah mau berubah dari jaman dahulu kala. Tapi ya bener berubah sih, hanya saja gak terlalu signifikan. Ceilah, kemudian review Econometrics.

Suatu ketika, tepatnya hari ini, iya baru hari ini. Saya memasuki kelas, eh tempat strategis nya habis. Terpaksalah duduk di belakang. Mujur teman bilang ada kursi kosong di tengah 2 sister. Duduklah saya. Lalu tamat.

Iyuwh. Saya duduk lalu kemudian hadap kiri said “hi, what’s your name?” kenalan deh sama yang kiri karena kebetulan doi mukanya gak asing. Saya ingat ada beberapa kelas yang bareng. Diapun ingat kelas apa aja yang bareng. Kemudian, hadap kanan. Pertanyaan yang sama seperti hadap kiri. Kenalan deh. Doi from China which is become my first Chinese friend I can talk with.

Kebetulan sisters di belakang nanya sesuatu di sela-sela obrolan kita yang jadinya kenalan bertiga deh. Hebatnya (buat saya sih ini prestasi), saya ngadep belakang dan nanyain nama satu-satu. WOW!!! Then I realized being friendly is FUN! Jadi banyak tau, banyak teman. Kebayang kalau saya adalah saya yang dahulu, bakal krik krik selama kelas.

Inti dari segala mumbling-an ini adalah. I have improved! And I want this behavior keep on fire. Saya kan udah demen senyum-senyum, kurang demen nyapa aja. Gak peduli apapun respon orang, sapalah. Senyumin. Kan sodakoh. Kan orang seneng disenyumin, disapa, sebagaimana saya juga senang kalau orang senyum dan ramah. Segitu aja sih. Ini baru beneran tamat, hehee..