Menengoklah ke Belakang

Memiliki kelemotan dalam mencerna pelajaran membuat saya senang duduk dibarisan terdepan. Baik sih untuk pelajaran. Tapia da efek kurang baik dalam lingkup social.

Sebagai contoh, 2 skenario ini seringkali terjadi.

Scenario 1

Hai! Habis kelas apa?

Loh kan kita kelasnya sama.

Oh iya? Aduh kamu duduk dimana?

Di belakang, aku lihat kamu kok duduk di depan kan..

Iya…

Scenario 2

Hai! Kamu ambil kelas apa aja semester ini?

Macro, kamu juga kan? Sama blab la dan bla bla.. kita ada 2 kelas bersama.

Oh really? Aduh..

You got me right? Next time I will look around the class lah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s