Facebook: a Nostalgia

Belum lama ini saya banyak nge-klik-in post-post facebook yang udah lamaaaa banget.. Awalnya karena lihat post-an lama muncul di beranda tidak tahu apa sebabnya. Akhirnya saya scroll profile page saya sebawah mungkin yang saya bisa. Pas bacain atau lihat-lihat foto jadul itu, timbullah senyum-senyum sambil kadang bingung karena ngerasa gak pernah nulis post itu atau sesekali ngerasa rada alay. Satu hal yang menarik sampai akhirnya saya pun membuka dan memutuskan untuk mem-post tulisan ini di blog yang sudah lamaaaaa banget nggak dibuka (O_^)?

Jaman-Jaman SMA -__-

Jaman-Jaman SMA -__-

Sejauh saya mampu mengingat, saya buka akun Facebook sekitar akhir tahun 2008 dimana teman saya entah kenapa dengan gemes membuatkan saya sebuah akun langsung di depan mata. Di tahun-tahun itu postingan saya masih ramai dengan teman-teman SMA.. Entah itu foto, status atau kiriman wall.. Setahun kemudian, tahun 2009, isinya mulai banyak teman-teman kuliah saya.. Kalau diperhatikan sampai tahun 2011 barulah ada muka-muka baru disana.. Siapa lagi kalau bukan teman-teman KKN.. Wall saya mulai banjir oleh member-member KKN. Apa deh nama kelompok kita? KKN 25. Ga kreatif. Sesuai nomor regu banget haha.

My master's circle

My master’s circle

Btw, saya beruntung punya grup yang Alhamdulillah ga-terlalu-banyak konflik, saling papah satu sama lain dan kedekatannya cukup terjaga hingga sekarang.. Soalnya banyak dengar grup lain banyak banget baladanya. Yah, walaupun tentu saja warna-warna kedekatan itu lama-lama memudar juga. Kenapa? karena kita sudah berganti masa. Orang-orang sekitar saya pun berubah. Lingkungan hidup saya baru lagi. Sudah bisa ditebak kalau teman-teman baru, post dan tag-an foto mayoritas saya dapat dari teman-teman kuliah master saya..

Hal ini berakhir pada suatu pemikiran, suatu saat yang mana waktunya sudah dekat, semua akan berganti masa dan berganti lingkungan. Tidak hanya saya, pastinya begitu juga dengan teman-teman saya. Walaupun hanya di media sosial, namun perlahan mereka akan juga memudar. Kontak kita tidak akan seintens biasanya. Orang-orang baru akan memenuhi fase hidup dari masing-masing kita. Pertemuan kita hanya akan ada di reuni atau acara pernikahan saja.  Pertanyaannya, sudah siapkah saya?🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s