Arti Puasa

Puasa, bagi saya masih sekedar menahan lapar dan dahaga. Nafsu? Gosip, bergunjing dan lain-lain? Yah, terkadang lepas juga. Sangat disayangkan sudah berumur begini namun penghayatan ibadahnya masih cetek.

Hari ini, saya sampai pada suatu pikiran. Jika lapar, saya sangat beringas. Saya akan berusaha mencari apa yang bisa dimakan. Tidak jarang efek lapar ini membuat saya emosian, menggigil dan detak jantung makin kencang.

Beruntung, saya punya uang. Saya bisa makan. Bagaimana dengan yang tidak? Mereka merasakan desperasi yang sama dengan saya, namun tidak bisa apa-apa karena tidak ada uang. Dengan puasa, bagaimana[un laparnya saya, saya tidak boleh makan. Sebanyak apapun uang saya, saya tidak bisa makan juga.

Saya jadi bermuhasabah, betapa berutungnya saya ketika yang lain tidak. Saya rasa, dengan puasa saya bisa memahami saudara-saudara saya yang kelaparan tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Dan, memang itulah yang diajarkan kepada saya. Hanya saja, baru sekarang saya bisa meresapinya.

Berkah bisa datang kapan saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s