Urutan Menikah

Jika ditelaah, dalam lingkaran teman, saya berpotensi untuk menikah belakangan. In fact, saya sudah tertinggal. Mari kita daftar ketertinggalan ini:

Sekolah Dasar:

Teman-teman terdekat memang belum banyak yang menikah. Namun, saya tidak terlalu terpengaruh karena kita sudah tidak lagi dekat.

 

Sekolah Menengah Pertama:

Oh, ada satu yang telah menikah dan memiliki anak. Yang lain belum, tapi ada yang akan segera menyusul.

 

Sekolah Menengah Atas:

Well, sohib seangkatan sudah banyak yang menikah dan memiliki anak. Ada yang belum tapi setidaknya sudah memiliki calon. Teman kelas? Baru dua orang sih, namun ada aroma akan meningkat kuantitasnya  dalam waktu dekat.

 

Sarjana:

Sohib dikelas, sudah semua. Yang satu baru aja anget banget kemaren. Teman organisasi? Tinggal saya sendiri. Eh, ada lagi satu orang. Uh, untunglah.

 

Master:

Tim Hore, satu sudah menikah, dua akan segera. Sendiri lagi.  Tapi disini banyak senior yang belum juga ada tanda-tanda menikah. Jadi, tidak mengapa. Sungguh, tidak mengapa.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s