Serba Serbi Pengalaman Mengajukan Visa Jepang

Menjelang akhir tahun 2017 lalu, saya tak disangka-sangka, berkesempatan mengunjungi Jepang. Jepang masih masuk wish list karena negaranya yang terkenal mahal. Tapi akhirnya sampai juga disana. Bahkan awalnya nekat beli tiket sendiri aja, eh, berangkatnya jadi ber-6 dengan kawan-kawan sepermainan. Perjalanan saat itu sungguh berkesan sampai ada doa untuk ingin lagi kesana.

Alhamdulillah, Tapi rezeki memang kadang-kadang gak bisa ditebak. Tidak sampai dua tahun kemudian, saya berkesampatan mengunjungi Jepang lagi. Kali ini dengan adik-adik saya. Nah, pada post kali ini, saya mau membahas pengalaman apply visa Jepang yang terbaru (Per-Febuari 2019).

Ohya, sebelumnya, saya mau share sedikit perbedaan mekanisme apply visa dulu saat tahun 2017. Jadi, hingga bulan September pertengahan, pengajuan visa Jepang seluruhnya masih melalui Kedubes Jepang yang letaknya sekitar 150m dari Grand Indonesia. Walau saya berangkat akhir November, saya mengajukan visa lebih awal dengan pertimbangan biar bisa mengunjungi kedubes Jepang dan sebelum biayanya naik karena setelahnya pengurusan akan melalui pihak ketiga dimana kita harus mengeluarkan biaya tambahan untuk jasa mereka. Saat itu biayanya seingat saya hanya Rp 330.000 untuk single entry. Prosesnya efisien, tepat seperti bayangan saya tentang bagaimana cara kerja Jepang. Saat pengajuan hanya perlu datang pada hari kerja. Prosesnya kalau tidak salah hanya 3 hari saja dan visa pun siap diambil.

Nah, setelah September 2017, pengurusan pindah lokasi ke Lotte Avenue, Jalan Dr Satrio, Kuningan. Mall ini persis bersebelahan dengan Ciputra World. Pengurusan visa sekarang di handle oleh VFS Global. Perlu dicatat, pengalaman ini adalah pengalaman pengajuan single entry visa dengan paspor biaya (bukan e-passport). Berikut beberapa catatan mengenai mekanisme pengurusan baru yang saya rasakan:

Lokasi

Saya pribadi lebih suka saat lokasi pengajuannya di kedubes Jepang. Tapi di lokasi yang sekarang sebenarnya not bad  juga sih. Letaknya yang dalam mall memungkinkan kita untuk nyambi mamam-mamam cantik setelah atau sebelum waktu pengajuan. Jadi, ini sifatnya sangat relatif.

Biaya dan Jasa

Seperti yang sudah saya singgung sebelumnya, karena memakai jasa pihak ketiga, aplikan harus mengeluarkan biaya lebih. Per Febuari saya apply kemarin biayanya Rp 360.000 untuk single entry visa plus Rp 165.000 per aplikasi untuk biaya pengurusan dari pihak VFS. Ehem, lumayan yak selisihnya? Wkwkwkwk..

Tapi dengan tambahan Rp 165.000, kamu bisa mengatur kedatanganmu dengan membuat janji online terlebih dahulu. Kamu juga bisa datang walk-in, tapi saya sarankan sih lebih baik buat janji online saja. Bedanya dengan, waktu di Kedubes sistemnya cuma first come, first serve, tidak ada reservasi online.

Cuma bisa datang saat lewat office hour? No worries, kamu bisa tetap dilayani dengan biaya tambahan dengan membuat janji temu terlebih dahulu.  Saat antri, kamu ada diruangan full AC dengan banyak kursi untuk duduk.

Ada dokumen tertinggal? Tidak sempat buat pas foto? VFS punya fasilitas nge-print, fotokopi dan bikin pas foto yang tentunya dengan tambahan biaya. Bahkan, kalau kamu malas isi form aplikasi, mereka juga ada jasa pengisian form, loh.

Perbedaan lain, kamu bisa mengecek progres status aplikasimu secara online. Dari mulai submit dokumen, pengantaran dokumenmu ke Kedubes hingga kapan aplikasimu bisa diambil. Selain bisa cek online mandiri, mereka juga kirimkan email progres sih. Masih insecure? Mereka ada jasa info by sms juga. Dengan tambahan ya pasti. Cuman saya sih ngerasa itu sangat tidak perlu. Apalagi banyak banget pengalaman orang yang udah bayar jasa sms tapi mereka malah gak pernah dapat update-an melalu sms. Sayang ya..

Last but not least, kalau kamu mager untuk ngambil hasil aplikasimu ke VFS. Mereka ada jasa pengantaran juga. Beda regional, beda tarifnya. Tarif untuk regional saya (Bekasi) sebesar Rp 50.000 per-aplikasi. Jadi, kalau kamu apply sekeluarga dengan jumlah anggota lima orang, berarti Rp 50.000 dikalikan 5 orang walaupun alamat kirimnya sama. Nah, jadi kerasa juga ya kalau yang apply banyakan, wkwkwk…

Highlight Pengajuan

Saya sempat singgung diatas bahwa perjalanan kali ini akan saya lakukan bersama adik-adik saya. Adik saya ada dua, satu sudah bekerja dan satu lagi masih mahasiswa. Karena masih mahasiswa, salah satu syarat pengajuan adalah melampirkan KTM (kartu tanda mahasiswa) atau surat keterangan aktif kuliah. Nah, ternyataaaa.. Karena dia melampirkan KTM, adik saya bebas dari biaya visa doooong yang Rp 330.000 itu.. Dia cuma kena biaya jasa dari VFS yang sebesar Rp 165.000. Lumayan banget gak sih? Saya rasa pelajar/mahasiswa, selama bisa melampirkan KTM bisa bebas biaya pengajuan ini.

Dokumen Aplikasi

Untuk macam-macam dokumen aplikasi yang diperlukan dan urutannya, semuanya masih sama seperti waktu pengajuan di kedubes yaaa.. Ohya, untuk yang e-passport, kamu bisa mengajukan di VFS dengan biaya sekitar Rp 120.000an atau bisa di kedubes dengan tanpa biaya alias gratis. Nah, bagi yang mengajukan visa waiver bagi pemegang e-passport berlaku untuk keluar masuk Jepang selama tiga tahun. Enak sih, tapi pengajuan passport biasa juga gak susah kok, jadi saya ngerasa gak perlu migrasi ke e-passport hanya untuk dapat visa waiver.

Bagi yang mau mengajukan visa, ini saya copy link terkait Pengajuan via VFS bisa diakses disini ya http://www.vfsglobal.com/japan/indonesia/  . Informasi nya lengkap banget kok disitu. Good luck! Continue reading

Advertisements

Pengalaman Test PCPM BI 2013

Lagi jaman-jamannya packing sebelum berangkat ke Kuala Lumpur, ada broadcast tentang test PCPM BI lah, OJK lah, kementrian-kementrian, weew, bikin galau aja, giliran mau berangkat sekolah ngapa banyak lowongan gini… Karena apply nya online, yaudah aku coba juga akhirnya, tapi aku mau cuma BI aja sih. Bikin akun, isi data dan voilaaa application made and sent. Jaman teknologi enak banget emang ya, tinggal ngadep komputer berkoneksi internet, urusan kelar.

Nah, untuk masa registrasi itu dimulai tanggal 26 Juli 2013 sampai tanggal 1 Agustus 2013. Yaudah tuh, setelah itu aku lupa aja udah apply disana. Setelah lebaran, pulang lebaran aku juga gak ada feeling apa-apa hingga tiba tanggal 18 Agustus masuk email pemberitahuan bahwa aku lulus tahap administrasi dan dapat mengikuti test tahap 1, yaitu test kemampuan umum. Aku kebagian test di UI Depok tanggal 21 Agustus 2013. Karena test nya pagi, aku bingung juga, tapi alhamdulillah dapat tebengan nginep di tempat temen, dianterin pula paginya kesana, ckckcck credit for Ias, temen yang baru jumpa pas test IELTS di IALF hahahhaa.. doi bilang, inilah yang namanya ukhuwah.

Setelah test, tanggal 27 Agustus 2013 berangkatlah aku ke Kuala Lumpur, mau registrasi sekolah.. Semua lancar hingga seminggu setelah mulai kelas, awal-awal september gitu, aku dapat email  lagi kalau aku lolos tahap 1 dan bisa mengikuti test tahap 2. Uwoooo, lagi semangat-semangat pertama masuk kelas keder juga nih.. Tapi kata bapak dan ibu, ikhtiar aja.. Yaudah, aku yang sudah apply visa minta passporku balik, dan alhamdulillah bisa. Setelah itu langsung beli tiket dan beberapa hari kemudian aku cusss balik lagi ke Jakarta. Oh ya, aku test gak sesuai jadwal, aku minta mundur sehari karena aku gak mau bolos kelas dan alhamdulillah mereka bisa nerima. Anyway, test tahap 2 adalah pengetahuan umum dan bahasa Inggris. Berhubung aku punya IELTS, jadi gak perlu ikut yang bahasa inggrisnya lagi. Alhasil test pengetahuan umum cuma sejam aja.. keluar ruangan aku sampai gak percaya aku ke Jakarta untuk 1 jam test, hohohohoooo.. Tapi seru sih… Namanya juga pengalaman pertama test-test kerja.. Test tahap 2 seputar pengetahuan mengenai bank sentral dan yang lainnya.. Ada soal yang aku inget karena saking uwownya, lambang mata uang mesir gitu deh kalau gak salah hahahahhaha..  Sama kode mata uang vietnam.. Memacu aku yang pengamat kurs gak cuma liat angkanya, tapi kode-kodenya juga..

2 Hari kemudian kembali lagi ke Kuala Lumpur,  dan 2 hari tidur disana, pagi-pagi liat email udah pengumuman lagi, aku ingat itu kamis pagi dan aku dipanggil untuk test tahap 3 sabtu pagi, LUSA!! Masya Allah…. Betapa otakku gak bisa mikir jernih.. Dan kali ini gak bisa reschedule karena test nya ada FDG dan itu udah ditentukan grup nya.. Oke, beli tiket lagi dan pulang lagi jumat pagi. Test ku tanggal 21 September di Laboratorium Psikologi TNI AU Halim. Uwooow banget.. Itu pertama kalinya aku ikut test psikologi, FDG dan wawancara.. Wallahu alam banget deh pokoknyaa.. Aku udah pasrah, aku seneng udah sampai tahap ini tapi masalahnyaa.. Kayaknya ekspektasi ortu udah kemana-mana deh.. Aku takut kalau gak lolos ngecewain mereka.. 😦

Kalau aku lolos lagi, aku maju ke test ke empat, yaitu medical check up dan psikiatri. Udah 3 minggu belum ada pengumuman lagi, menurut sebuah blog, emang prosesnya lama karena dari evaluasi psikologis dan FDG kemaren, mereka benar-benar cari yang kepribadiannya mereka butuhkan which is orangt-orang berjiwa leader. Wallahu alam.

Ini adalah urutan seleksi PCPM BI 2013, yang kusadur dari web nya bi.experd.com

TAHAPAN JENIS SELEKSI
Tahap Administrasi Seleksi Administrasi
Tahap 1 Tes Kemampuan Umum
Tahap 2 Tes Pengetahuan dan Bahasa Inggris
Tahap 3 Psikotes, Wawancara dan Diskusi Kelompok
Tahap 4 Tes Psikiatri dan Kesehatan
Tahap 5 Wawancara Akhir
 

Udah deket yah sama akhir? Jujur aku juga jadi berharap untuk keterima.. Tapi aku pasrahkan ke Yang Maha Tahu yang terbaik untuk hambanya, Allah SWT. Bismillah, semoga apapun hasilnya aku dan orang tua tabah heheheheh..

“Yes, whoever submits his face in Islam to Allah while being a doer of good will have his reward with his Lord. And no fear will there be concerning them, nor will they grieve. ” (Al-Baqoroh : 112)

Day 1 : Jakarta – KL 8 Jan 2013

Finally, hari yang ditunggu datang juga. 8 Januari 2013 gw dapat kesempatan melancong lagi keluar tanah air tercinta ini. Kali ini, negara yang beruntung gw pijak adalah Malaysia. Gw menggunakan flight mandala rasa tiger dengan nomor penerbangan RI 704 keberangkatan pukul 15.40 WIB. Perjalanan dari Bekasi ke bandara dengan menggunakan Damri lancar-lancar saja. Begitu sampai di LCCT pun gw gak banyak menemui kendala kecuali agak ribet menemukan pintu keluar untuk beli tiket bus ke KL Sentral. Karena sampai KL malam, gak banyak yang bisa gw lihat dalam perjalanan. Di KL Sentral gw ketemuan sama Olla, adik kelas semasa SMA dulu. Dia kuliah di UKM alias Universitas Kebangsaan Malaysia. Kita ketemuan di McD. Alhamdulillah semua lancar.. Kita pulang ke Flatnya di daerah Kajang menggunakan KTM yang nunggu dateng keretanya lumayan lama. Sampai di Kajang gw kepengen makan. Di depan flat Olla ada restoran India-melayu gitu. Ini beberapa pilihan menunya.

ImageSetelah beli makan, gw naik ke flat Olla yang ada di lantai 3 seberang restoran ini. Makan dan sambil ngobrol daaaaaan bobo deh… Esok hari menanti..

 

Pare Part 2

Nggak kerasa, udah sebulan gw menapakkan kaki di Pare. Banyak banget pengalaman dan teman yang gw dapet. Untuk program pun, udah 3 program yang gw ambil, dua diantaranya udah mengalami fase perpisahan karena emang programnya yang berjalan selama dua minggu aja. Kali ini gw akan bercerita mengenai program-program yang gw ambil beserta reviewnya.

Program pertama yang gw ambil yaitu Pre-Toefl di Elfast. Gw dapet kelas C, kelas terakhir. Kelas C dibuka karena peminatnya yang emang banyak banget. Alhasil, 1 kelas di isi sekitar 40 orangan diiringi dengan kelas yang panas dan besarnya gak memadai. Super HUUUUFFFFFT banget deh.. Gw selalu kegerahan dan sibuk ngipasin diri aja dikelas. Hanya saja, seiring berjalannya waktu, seleksi alam pun terjadi berjalan, makin hari kelasnya makin sepi. Buat gw itu merupakan berkah buat yang tetep bertahan dan istiqomah dikelas, karena ruang untuk mereka makin luas. Karena kelas ini kelas Grammar atau yang cenderung serius, gak terlalu banyak interaksi yang terjalin diantara sesama member kelas. Paling kenal kanan ama kiri aja. Tapi setelah dua minggu berjalan, banyak yang berinisiatif mengumpulkan nomor hp dan disebar ke seluruh member. Pas perpisahan juga ada foto-foto dan kumpulnya. Seru dehhhhh… kenapa ya kita deket pas akhir-akhir.. Hffft lagi ahhh.. Ohya biaya Pre Toefl adalah sebesar Rp 175.000. Rekomendasi? Tidak. Untuk persiapan Toefl, gw lebih menyarankan Kresna aja deh. Tempatnya lebih adem dan jumlah muridnya juga gak semena-mena. Tempat belajar yang nyaman juga menentukan keberhasilan belajar *jempol*

Program kedua adalah Speak First di Daffodils. Ini seru sih, beda dengan kelas Grammar, kita dituntut kenal sama member kelas dan suasananya pun asik. Kelas cukup kondusif dengan jumlah peserta yang pas. Gw ngerasa fun banget disini. Walau materinya masih basic banget, tapi emang disini yang penting dituntut pede ngomong. Mottonya : SPEAK FIRST!! Speak Up directly without thinking much. Kita dituntut ngomong aja dulu, gak peduli grammarnya ancur.. Tutor gw namanya mr. Ipud. Orangnya asik kok. Ohya biaya untuk program ini Rp 125.000. Cukup mahal untuk dua minggu, tapi oke kok 🙂

Program terakhir aka program ketiga adalah Reading di Kresna. Gw sangka gw akan terbantu dengan reading ini, tapi ternyata enggak. Karena mereka ngajarin buat toefl PBT, sedangkan gw perlu IBT. Ya walau konteksnya beda banget tapi gak apa sih, minimal vocab nambah. Disana belajarnya lumayan enak. Tutornya ngejelasinnya detil banget. kadang bosen, tapi bagus juga sih. Hmmm gw cuma ngeluarin Rp 65.000 buat program ini untuk 1 bulan. Murah ya? Iya dooonnngggg…

Awalnya gw galau mau lanjut apa enggak disini. Secara program yang gw mau sulit untuk terakomodir. Tapi akhirnya gw memutuskan untuk nambah dua minggu. Ambil Toefl IBT dan Academic Speaking, dua duanya di Elfast. Lagi. Walau gw ilfeel tapi harus gw coba. Gada pilihan lagi soalnya. Fighting !!!!!!!!!

Bersambung ke Pare Part 3………………..

Pare Part 1

Setelah wisuda tanggal 3 November 2012 kemarin, akhirnya gw bener-bener pergi ke Pare. Setelah memutuskan untuk fokus kuliah lagi, gw mulai mempersiapkan apa-apa aja yang diperlukan buat ngelanjutin kuliah. Kali ini, gw cuma mau share tentang keberangkatan gw ke Pare.
Tanggal 7 november 2012, gw pergi dengan kereta eksekutif Bangunkarta yang berangkat dari stasiun Pasar Senen dan berenti terakhir dari stasiun Jombang. Kenapa gw milih kereta Bangunkarta? Alasannya yaitu:
1. Dari Bekasi ada Commuter Line yang ke Stasiun Pasar Senen, karena sekarang kan gak bisa tuh Commuter line berhenti di Gambir.
2. Berhenti di stasiun Jombang, yang mana dari stasiun Jombang cukup naik sekali elf ke Pare. Ongkosnya tidak lebih dari 10.000 aja. Sedangkan kalau naik Gajayana, dia bakal turun di Kediri, menurut gw lebih ribet dan jauh ke Parenya.
3. Harga tiketnya lebih murah. Bangunkarta cuma 265.000-330.000 sedangkan Gajayana dari 300.000-400.000, ada juga kereta Bima, tapi gak masuk hitungan sih.

Pastikan ketika sampai Pare sudah ada tempat yang mau dituju, karena hampir semua kereta berhenti pas subuh yang dimana berarti sampai pare nya yah pagi-pagi gitu sekitar jam 6-7 pagi. Kan repot tuh kalau belum ada tempat tinggal sedangkan kita bawa-bawa koper. Nah, kebetulan udah ada temen gw di Pare, gw memilih tempat dia tinggal sekarang yang berupa camp dengan English area, namanya Zeal. Karena gw cewek, gw ditempatin di Zeal Girl 2. Lokasinya ada di Jalan Brawijaya, Jalan Utama Pare, jadi kalau mau kemana-mana lumayan enak.

Pertama-tama datang yah istirahat dikamar teman karena belum tau mana kamar yang akan gw tempatin. Siangnya gw ke Kantor Webster untuk melunasi DP yang gw bayarkan untuk camp, dan ternyata nama gw belum dicatet dong, dan gw ditawarin mau di Zeal Girl 1 gak? yah gw gak mau, gw booking di tempat yang sama dengan temen gw. Dan soal keteledoran itu gw gak mau tau. Akhirnya yah gw tetep di Zeal Girl 2.

Banyak banget orang Makasar disini, sampe ada asosiasinya bernama ASSET. Katanya sih mahasiswa atau anak SMA disana suka dianjurkan untuk belajar bahasa inggris di Pare.

Karena udah punya temen disini, gw kemana-mana enak, ada guide nya. Dan karena gw dateng bertepatan dengan akhgir periode belajar, temen gw ngajak untuk pergi Batu, Malang sama temen-temen kursusnya. Dan itu seru bangeeeeettt, kita baru kenal tapi bisa have fun together. Banyak banget foto-foto karena 2 dari 8 orang rombongan bawa DSLR dan emang doyan motoin. Aheeeeyyyyyyy ada juga akhirnya foto gw yang bagusan.. Oiya, beberapa dari rombongan, Ocha, Verdy dan Bram akan pulang ke hometown mereka masing-masing.. Agak sedih sih singkat banget pertemanan kita.. Tapi yaudahlah.. gw harap gw nemu temen sejenis mereka di progam kursus yang gw pilih..

see you in Part 2..