Terlalu lama sendiri (bukan lagu)

Setelah melewati beberapa ujian hidup, sampailah saya di rumah. Home sweet home. Yeah, seharusnya. Tapi belakangan saya sadar ada yang tidak benar.

Kembali ke rumah berarti kembali berinteraksi dengan banyak orang. Setidaknya keluarga inti. Tetangga. Saudara-saudara sekitar.

Kembali ke rumah berarti tidur rame-rame sekamar dengan adik-adik. Kadang ibu juga.

Kembali ke rumah berarti saya harus berpartisipasi dalam pekerjaan rumah. Segala hal yang agak kuli seperti bersih-bersih rumah dan cuci piring adalah bagian saya sedangkan untuk masak-masak dan kegiatan menantang lain seperti memisahkan kecambah dengan akarnya adalah bagian adik perempuan saya. Tidak usah tanya apa bagian adik saya yang laki-laki.

Kembali ke rumah artinya senang. Semua ada. Makan tinggal makan. Mau apa tinggal beli.

Terus, apa yang tidak benarnya?
Begini, sejak SMA bisa dikatakan saya hidup sendiri di sekolah berasrama. Kuliah ngekos. Terus kuliah lagi di negeri tetangga. Sendiri lagi pastinya.
Selama sendiri, saya terbiasa melakukan apa-apa sendiri, untuk saya sendiri. Saya terbiasa bergaul dengan lingkaran saya di tempat saya tinggal. Saya lebih peduli mereka karena mereka pun peduli pada saya. Saya berberes barang saya sendiri. Saya memiliki kamar saya sendiri. Saya punya kuasa penuh atas diri saya dan semuanya. Tidak ada yang menyuruh saya.

Kembali ke rumah membuat saya tidak terbiasa dengan permintaan orang tua untuk melakukan sesuatu.

Kembali ke rumah membuat saya tidak peka terhadap urusan orang lain walau itu kerabat.

Kembali ke rumah.. Seperti hidup baru bagi saya yang penuh penyesuaian dan segala. Emosi ditantang untuk stabil atas segala hal yang kembali menjadi baru walau dari dulu sudah berlaku. Sayangnya, (atau malah baik) saya segera menyadari bahwa saya sering gagal untuk mengendalikan emosi saya. Saya agak ansos. Saya gak peka. Saya gak pedulian. Saya masa bodohan.

Yang saya tahu, gejala seperti ini hanya ada satu vitaminnya.. Saya harus segera hidup sendiri lagi. . . . . . . . . .

4 thoughts on “Terlalu lama sendiri (bukan lagu)

  1. salam….. hi.. thanks for your information on IIUM>… i would like to ask you more about that if you dont mind as im interested to furthur my studies there……. could i have your email address please? thanks.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s